LombokPost – Pembangunan gedung dan gerai KDKMP di Kabupaten Lombok Utara belum merata.
Dari total 43 desa, baru dua desa yang sudah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen.
Sisanya masih ada yang masih proses pembangunan.
Bahkan, masih ada yang belum mulai sama sekali karena terkendala persoalan aset desa hingga verifikasi lahan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) KLU Haris Nurdin mengatakan, dua desa yang sudah selesai pembangunan fisik adalah Desa Bentek, Kecamatan Gangga, dan Desa Santong, Kecamatan Tanjung.
"Sudah ada yang selesai membangun dan masih proses. Tetapi ada juga yang masih terkendala aset lahan dan luas lahan yang belum memenuhi syarat,” ujar Haris.
Desa yang terkendala aset di antaranya Desa Segara Katon, Selelos di Kecamatan Gangga.
Kemudian Desa Sukadana, Desa Gunjan Asri dan Batu Rakit, Kecamatan Bayan.
Untuk desa yang terkendala luas lahan yang belum memenuhi syarat adalah Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, dan Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.
Haris berharap, semua desa bis segera melakukan proses pembangunan.
Baca Juga: BGN Segel 18 SPPG di Lombok Utara
Haris menjelaskan, keberadaan gerai KDKMP nantinya diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik semata.
Akan tetapi mampu menjadi pusat penguatan ekonomi desa melalui berbagai unit usaha produktif.
Desa Bentek, Kecamatan Gangga Warna Wijaya membenarkan gerai KDMP di desanya sudah selesai 100 persen.
Dia mengatakan pengelolaan usaha nantinya akan melibatkan kerja sama dengan BUMDes dan program MBG.
Menurutnya, ada beberapa sektor usaha yang akan dikembangkan melalui gerai tersebut.
Baca Juga: Sengketa Berakhir! Pemda KLU Eksekusi Pustu Senaru, Langsung Difungsikan untuk Posyandu
Mulai dari penyediaan kebutuhan program MBG, kerja sama pengelolaan desa wisata, apotek desa hingga penyediaan sarana pertanian bagi masyarakat.
“Kami ingin gerai ini benar-benar memberi manfaat untuk masyarakat desa. Karena itu pengelolaannya nanti disinergikan dengan BUMDes dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Editor : Kimda Farida