LombokPost - Pemda KLU menyelenggarakan nonton bareng (nobar) pertandingan PS Daygun kontra Persikotas Tasikmalaya, Selasa sore (2/6).
Ratusan warga tampak ikut menyaksikan laga melalui layar Videotron.
Sore mulai merambat menuju senja. Tampak satu per satu warga berdatangan ke Alun-Alun Tioq Tata Tunaq.
Pandangan fokus di layar besar yang terpampang di pojok sebelah barat ruang terbuka hijau itu.
Beginilah suasana nobar Liga 4 Nasional antara PS Daygun Lombok Utara melawan Persikotas Tasikmalaya.
Di layar besar tersebut pertandingan bisa disanksikan secara langsung. Rumput alun-alun seolah berubah menjadi tribun dadakan.
Ada yang duduk bersila, ada yang membawa keluarga. Sebagian lagi memilih menyaksikan pertandingan dari atas sepeda motor yang terparkir berjajar di tepi jalan.
Meski pertandingan berlangsung jauh di Magelang, Jawa Tengah, atmosfernya terasa dekat bagi masyarakat Lombok Utara.
Baca Juga: WNA Australia Pemilik Liquid Vape Mengandung Narkoba Ditangkap Polres Lombok Utara
Iya, dari Bayan hingga Pemenang, warga datang berkumpul untuk memberikan dukungan kepada klub kebanggaan mereka.
Pertandingan sendiri berlangsung ketat. PS Daygun yang mewakili Lombok Utara harus menghadapi Persikotas Tasikmalaya dalam laga yang sarat gengsi.
Selama 90 menit pertandingan, kedua tim saling menekan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.
Hasil imbang itu tidak mengurangi semangat para pendukung.
Tepuk tangan tetap bergemuruh dari area nobar sesaat setelah pertandingan berakhir.
Seorang suporter I Gede Ardita, mengaku bangga melihat perjalanan PS Daygun yang mampu menembus kompetisi nasional.
Baca Juga: Pemda KLU Diminta Konsisten Jalankan Komitmen Awal dalam Penyediaan Air Bersih di Gili Meno
“PS Daygun sudah go nasional. Kita selalu berdoa supaya bisa terus melangkah dan tembus ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap tim kebanggaan daerah sangat luar biasa.
Bahkan saat pertandingan disiarkan melalui kanal YouTube, jumlah penonton dari Lombok Utara selalu tinggi.
PS Daygun berstatus sebagai juara di NTB. Sejauh ini, terangnya, dukungan masyarakat sangat luar biasa.
"Itu yang membuat tim ini bisa terus berjuang,” kata penjaga gawang klub sepak bola Lombok Utara tahun 90-an itu.
Ardita menilai, kecintaan masyarakat Lombok Utara terhadap sepak bola tidak pernah pudar.
Hal itu terlihat dari ramainya warga yang datang menghadiri nobar meski pertandingan digelar jauh dari daerah mereka.
Begitu juga saat PS Daygun masih berjuang di tingkat provinsi. Masyarakat yang datang nonton secara langsung ke stadion dari Bayan sampai Pemenang.
"Antusias sepak bola memang sudah melekat dalam sanubari masyarakat Lombok Utara,” ucapnya.
Ia bahkan berharap pemerintah daerah dapat lebih sering memanfaatkan videotron di alun-alun untuk kegiatan serupa.
Termasuk saat perhelatan Piala Dunia nanti. “Saya berharap Bupati bisa menyelenggarakan nobar Piala Dunia,” harapnya.
Baca Juga: Ritual Taek Lauk di Montong Gedeng, Jejak Datu yang Dijaga Warga Kayangan Lombok Utara
Di sisi lain, keberadaan nobar juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar alun-alun.
Sejumlah lapak makanan dan minuman terlihat ramai didatangi pengunjung yang menikmati pertandingan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Utara Hairul Anwar mengatakan, pemerintah daerah sengaja memfasilitasi nobar sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat dan tim kebanggaan daerah.
“Kegiatan ini juga menggerakkan roda ekonomi UMKM atau pedagang kecil di sekitar alun-alun,” ujarnya.
Editor : Prihadi Zoldic