Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Realisasi PAD Kabupaten Lombok Utara Triwulan II Lewati Target. Tiga Gili Masih Jadi Andalan

Habibul Adnan • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:30 WIB
TERUS GENJOT: Suasana di kawasan Gili Air. Capaian PAD KLU saat ini diakui sudah melebihi target.
TERUS GENJOT: Suasana di kawasan Gili Air. Capaian PAD KLU saat ini diakui sudah melebihi target.

LombokPost –Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga triwulan II tahun anggaran 2026 telah melampaui target. Hingga akhir Bulan Juni, capaiannya berada di angka 41,8 persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KLU Tri Darma Sudiana mengatakan, target PAD di triwulan kedua sebesar 40 persen. Artinya, sudah ada kelebihan sekitar 1,8 persen dari target.

Tri Darma mengatakan, capaian tersebut menjadi modal positif mengejar target tahun 2026 sebesar Rp 370 miliar.

Menurutnya, target triwulan II telah berhasil dituntaskan dan kini fokus diarahkan pada pencapaian triwulan III dan IV.

Ia menjelaskan, pencapaian target pada triwulan III diperkirakan tidak akan terlalu berat.

Sebab, periode tersebut bertepatan dengan musim kunjungan wisata (high season), terutama di kawasan wisata unggulan Tiga Gili.

Meski demikian, pihaknya tetap berharap situasi keamanan dan kondisi daerah tetap kondusif.

Baca Juga: Pemda KLU Siapkan Wajah Baru di Perbatasan dengan Bangun Gapura di Wilayah Malaka

Menurutnya, stabilitas daerah sangat memengaruhi kunjungan wisatawan yang berdampak langsung terhadap penerimaan PAD.

“Biasanya triwulan III dan IV tidak terlalu susah karena masuk high season. Yang penting kondisi tetap aman dan terkendali karena itu sangat berpengaruh terhadap PAD,” katanya.

Untuk mendukung optimalisasi pendapatan, Bapenda juga tengah menyiapkan inovasi melalui Sistem Terintegrasi Administrasi (Satria) PAD.

Aplikasi tersebut dirancang mengintegrasikan seluruh sistem pelayanan dan pengelolaan pajak daerah dalam satu platform.

Tri Darma menjelaskan, Satria PAD akan menghubungkan data potensi, pembayaran hingga administrasi seluruh jenis pajak daerah.

Mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Air Tanah (PAT), hingga Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).

Baca Juga: Kapolda NTB Cek Layanan Polres Lombok Utara

Bapenda menargetkan realisasi PAD mencapai sekitar 75 persen pada akhir triwulan III. Kemudian tembus 100 persen pada akhir tahun anggaran 2026.

Sementara itu, DPRD KLU telah menaikkan target PAD tahun anggaran 2026 menjadi Rp 370 miliar. Angka ini meningkat dari target tahun 2025 sebesar Rp 341 miliar.

Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah mengatakan, kenaikan target tersebut didasarkan pada besarnya potensi daerah.

Terutama sektor pariwisata di kawasan Tiga Gili yang selama ini menjadi penyumbang terbesar PAD.

“Potensi kita memang sangat besar, terutama dari sektor pariwisata kawasan Tiga Gili. Akhir tahun pengunjung membeludak, termasuk destinasi wisata di daratan KLU juga ramai,” katanya.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, potensi PAD Lombok Utara bahkan dapat mencapai Rp 700 miliar.

Baca Juga: Petani di Lombok Utara Terima Alat Pengolahan Jagung

Ini bisa dicapai apabila didukung sistem pengelolaan yang lebih modern dan profesional.

Ia mencontohkan perlunya penerapan sistem berbasis teknologi di pintu masuk kawasan wisata Tiga Gili.

Seperti penggunaan sistem elektronik agar seluruh transaksi dan pungutan dapat terkontrol dengan baik.

Editor : Rury Anjas Andita
#Gili Meno #Gili Trawangan #Gili Air #PAD Lombok Utara #PAD KLU