LombokPost - Kampus Akademi Bisnis Lombok (AKBIL) punya agenda tahunan berupa debat ilmiah antar mahasiswa. Dalam pelaksanaannya mengangkat berbagai isu strategis.
Suasana di sebuah ruangan di Kampus AKBIL tampak berbeda siang itu. Di dalam ruangan terlihat berjejer sejumlah mahasiswa dengan mengenakan pakaian rapi.
Sebagian terlihat serius membuka catatan dan laptop. Sementara yang lain sibuk mendiskusikan strategi bersama timnya. Ketegangan sekaligus semangat kompetisi begitu terasa.
Ketika moderator membuka sesi, suasana mendadak hening. Tim pertama yang mendapat giliran tampil mulai menyampaikan argumentasi dengan percaya diri.
Satu per satu data, teori, hingga contoh kasus bisnis nasional dan global disampaikan.
Di sisi lain, tim lawan tak kalah sigap menyusun sanggahan. Sesekali tepuk tangan terdengar dari peserta dan penonton ketika salah satu tim berhasil melontarkan argumentasi tajam.
Baca Juga: Sejumlah Pejabat Eselon IV di Lombok Utara di-Non Job Jadi Staf Paling Renda
Adu gagasan berlangsung dinamis. Tidak hanya mempertahankan pendapat, para mahasiswa juga dituntut mampu menganalisis persoalan secara objektif dan menawarkan solusi yang realistis.
Begitulah suasana Lomba Debat Ilmiah Kompetisi Inovasi Bisnis 2026 di Kampus AKBIL.
Lomba adu gagasan di perguruan tinggi yang berada di Lombok Utara ini digelar pada tanggal 13-14 Juli.
Lomba debat diakui menjadi salah satu agenda rutin tahunan Akademi Bisnis Lombok.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi akademik, serta kemampuan menganalisis berbagai persoalan bisnis dan ekonomi.
Baca Juga: Bupati Najmul Ingin Masyarakat Merasakan Kemeriahan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara
Direktur AKBIL Syahrir menyampaikan, debat ilmiah tidak sekadar menjadi ajang kompetisi.
Tapi juga bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.
Dalam lomba debat tersebut , mahasiswa belajar mempertahankan argumentasi logis dan berbasis data.
Ini menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun dinamika bisnis di masa depan.
Dalam setiap sesi, peserta dibagi menjadi tim pro dan kontra yang membahas berbagai isu strategis.
Baca Juga: Melihat Turnamen Gasing dalam Rangka Bulan Kebudayaan Daerah KLU
Mulai dari ekonomi, tata kelola organisasi, hingga perkembangan global. Perdebatan berlangsung hidup, namun tetap menjunjung etika akademik.
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan AKBIL Ahmad Gautsu Anam mengatakan, esensi utama dari debat bukanlah mencari siapa yang paling benar.
Melainkan bagaimana kualitas sebuah gagasan dapat diuji melalui argumentasi ilmiah.
Menurutnya, kompetisi tersebut juga menjadi sarana menyiapkan mahasiswa menghadapi berbagai ajang ilmiah di tingkat regional maupun nasional.
Selain melatih kemampuan berbicara di depan publik, mahasiswa juga didorong untuk memperkuat kemampuan riset, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
Editor : Kimda Farida