LombokPost – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 sebagai titik pijak memperkuat kemandirian daerah.
Hal tersebut sesuai dengan tema HUT "Kabupaten Lombok Utara Menuju Kemandirian".
Tema yang diusung tahun ini menjadi penegasan arah pembangunan Bumi Tioq Tata Tunaq ke depan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT KLU ke-18 yang digelar di Aula DPRD Lombok Utara, Senin (20/7).
Ketua DPRD KLU Agus Jasmani mengatakan, usia ke-18 menjadi momentum penting untuk evaluasi diri.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat sinergi seluruh komponen daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
"Rangkaian HUT ke-18 ini diharapkan semakin memperkokoh persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjadi energi baru untuk melanjutkan pembangunan menuju Lombok Utara yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera," ujarnya.
Baca Juga: Pemda KLU Raih Progres Tertinggi Penyelesaian Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK
Bupati KLU Najmul Akhyar menegaskan, peringatan hari jadi tidak sekadar seremoni bertambahnya usia daerah.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang refleksi pembangunan sekaligus memperkuat tekad mewujudkan Lombok Utara yang mandiri dan berdaya saing.
Menurut Najmul, berbagai capaian pembangunan yang diraih selama ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, tenaga kesehatan, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Di sektor ekonomi, pemerintah daerah terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai penggerak pertumbuhan. Kehadiran
Alun-alun misalnya, tidak hanya menjadi ikon baru daerah. Tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Baca Juga: Lombok Utara Resmi Jadi Tuan Rumah MTQH Provinsi NTB
Tidak hanya itu, tambah Najmul, pihaknya juga mulai merancang visi jangka panjang.
Yaitu dengan mengembangkan daerah sebagai pusat peradaban kurma tropis dunia di Indonesia.
Program strategis tersebut diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi baru berbasis pertanian, riset, pendidikan, inovasi, hingga wisata agro-religi.
Upaya menuju kemandirian juga dilakukan melalui percepatan pelayanan publik.
Salah satunya dengan mendorong pembentukan desa-desa persiapan. Saat ini, sebanyak 26 desa persiapan dari 22 desa induk telah dinyatakan memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan kewilayahan sebagai langkah menuju desa definitif.
Baca Juga: KLU Dapat Bantuan Irigasi Rp 7,9 Miliar dari Pusat
Meski demikian, Najmul mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan masih cukup besar.
Karena itu, semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat.
Editor : Redaksi Lombok Post