Parade Desa dalam Rangka HUT KLU, Jadi Etalase Besar Menampilkan Kekayaan Potensi Desa

Habibul Adnan • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:39 WIB
PROMOSI POTENSI DESA: Iring-iringan peserta Parade Desa dan Budaya dalam Rangka HUT Lombok Utara.
PROMOSI POTENSI DESA: Iring-iringan peserta Parade Desa dan Budaya dalam Rangka HUT Lombok Utara.

LombokPost - Parade desa dan budaya dalam rangka HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyajikan sekitar 2.500 dulang.

Peserta dari 43 desa di lima kecamatan membawa poduk unggulan masing-masing.

Ribuan dulang berisi aneka sajian makanan tradisional memadati halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (21/7).

Warna-warni hasil bumi, kuliner khas, hingga kerajinan tangan dari berbagai desa menjadi pemandangan yang menyita perhatian masyarakat.

Sejak pagi, masyarakat telah memadati sepanjang jalan dari eks Terminal Lama Tanjung hingga halaman Kantor Bupati.

Mereka antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang mengenakan pakaian adat Sasak, diiringi alunan gendang beleq dan berbagai atraksi budaya lainnya.

Satu per satu desa menampilkan identitas dan produk unggulannya. Ada yang membawa hasil pertanian, makanan tradisional, hingga produk UMKM yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Baca Juga: Pemda KLU Siapkan Seleksi Dua Kepala OPD, Segera Bentuk Pansel

Iya, parade desa dan budaya menjadi rangkaian kegiatan di hari puncak peringatan HUT KLU ke-18.

Tema “Kabupaten Lombok Utara Menuju Kemandirian” terasa begitu hidup melalui parade tersebut. 

Kemandirian itu tercermin dari beragam potensi lokal yang ditampilkan setiap desa sebagai kekuatan ekonomi dan budaya masyarakat.

Bupati KLU Najmul Akhyar mengatakan, peringatan HUT ke-18 dirancang agar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

“Ini berarti sudah 18 tahun kita melaksanakan pemerintahan sendiri di Kabupaten Lombok Utara. Maka hari ulang tahun ini diikhtiarkan supaya dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Najmul, berbagai kegiatan telah digelar di seluruh kecamatan dalam rangkaian HUT KLU.

Baca Juga: KKN FISIP UB Audiensi dengan Wabup Lombok Utara, Siapkan Program Pengabdian di Desa Bayan

Parade desa disebutnya menjadi salah satu agenda penting karena mampu memperkuat kebersamaan sekaligus melestarikan tradisi daerah.

Menurut Najmul, parade ini menjadi bukti bahwa kekuatan Lombok Utara tidak hanya terletak pada keindahan alam dan sektor pariwisatanya. Tetapi juga pada kekayaan tradisi serta potensi desa.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi sajian budaya. Akan tetapi juga diharapkan menjadi etalase besar yang menampilkan kekayaan potensi desa di Bumi Tioq Tata Tunaq.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Budiawan menilai parade desa dan budaya menjadi ruang strategis memperkenalkan potensi unggulan desa.

Desa Tanjung, misalnya, menampilkan berbagai produk andalan seperti beras Super Tanjung.

Baca Juga: UT Mataram-Pemkab KLU Jalin Kerja Sama Penguatan SDM

Kemudian menampilkan berbagai kuliner khas. Seperti sate Tanjung, cerorot, hingga belayak yang selama ini menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Budiawan menilai, kegiatan ini sangat positif. Sebab, dapat menjadi sarana menampilkan potensi unggulan desa.

"Selain menjadi ajang silaturahmi, juga sarana promosi bagi produk-produk desa kepada para tamu dan masyarakat," katanya.

Menurut Budiawan, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan dan dijadikan agenda rutin setiap peringatan HUT Kabupaten Lombok Utara.
Baginya, parade desa tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang menunjukkan jati diri dan kekayaan yang dimiliki.

Editor : Kimda Farida
HUT Lombok Utara ke 18 parade desa lombok utara parade budaya budaya Lombok Utara Pemda KLU