Kawasan Wisata Tiga Gili Butuh Ambulans Listrik 

Habibul Adnan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 08:10 WIB
DAPAT RESPON: Suasana di kawasan wisata tiga Gili. Di kawasan ini muncul usulan penyediaan transportasi kegawatdaruratan berupa ambulan listrik.
DAPAT RESPON: Suasana di kawasan wisata tiga Gili. Di kawasan ini muncul usulan penyediaan transportasi kegawatdaruratan berupa ambulan listrik.

LombokPost – Kawasan Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air) diakui masih mengalami keterbatasan transportasi kegawatdaruratan.

Dengan kondisi tersebut, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) diminta menyediakan fasilitas tersebut.

Usulan ini muncul dari Klinik Gili Emergency. Klinik yang beroperasi di Gili Trawangan itu mengusulkan kepada Pemda KLU untuk menyediakan fasilitas ambulan listrik. 

Dengan adanya sarana tersebut, akan mempercepat evakuasi pasien. Transportasi kegawatdaruratan model ini sekaligus menyesuaikan karakter kawasan wisata yang membutuhkan moda transportasi ramah lingkungan.

Direktur Klinik Gili Emergency dr. Nasrullah mengatakan, saat ini penggunaan kendaraan listrik sebagai moda transportasi kegawatdaruratan di kawasan tiga gili masih menghadapi keterbatasan.

Padahal, kebutuhan terhadap sarana evakuasi yang cepat dan memadai cukup tinggi.

Baca Juga: Pemda KLU Mulai Antisipasi Kebakaran Rumah Adat

Menurutnya, transportasi kegawatdaruratan di kawasan wisata tersebut idealnya tidak hanya cepat.

Tetapi juga nyaman, ramah lingkungan, dan mudah diakses ketika terjadi kondisi darurat.

Nasrullah mengatakan, kawasan wisata tiga gili harus memiliki transportasi kegawatdaruratan yang memenuhi standar tersebut.

"Kami berharap ada keputusan konkret dari Pemda untuk menyediakan ambulan listrik," ujarnya.

Yang menarik, Gili Emergency memastikan layanan tersebut nantinya tidak akan membebani masyarakat maupun pelaku wisata.

Jika mendapat izin untuk beroperasi, transportasi ambulan listrik akan diberikan secara gratis. "Akan digratiskan bagi seluruh masyarakat maupun pelaku wisata," tegasnya.

Baca Juga: Peternak Kambing Perah Lombok Utara Didorong Optimalkan Pakan Lokal dan Pemasaran Digital

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Bupati KLU Najmul Akhyar. Dia mengatakan, kebutuhan terhadap transportasi kegawatdaruratan memang harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Apalagi di kawasan tersebut aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan cukup tinggi.

Najmul menyebut, persoalan kegawatdaruratan di tiga gili tidak bisa hanya dilihat dari sisi transportasi. Ketersediaan fasilitas kesehatan juga harus diperkuat.

Ia menilai fasilitas kesehatan yang ada di Desa Gili Indah saat ini belum cukup untuk mendukung kebutuhan pelayanan masyarakat maupun wisatawan.

Baca Juga: Pemda KLU Tekankan Kualitas Belanja di Perubahan APBD

Klinik yang ada dinilai belum memadai. "Dan harus segera ditingkatkan menjadi puskesmas atau mini hospital," kata Najmul.

Pemkab KLU, lanjut dia, akan segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui Dinas Kesehatan.

Najmul mengaku telah meminta kepala Dinas Kesehatan menyiapkan langkah memperkuat layanan kesehatan di kawasan tiga gili.

Meski begitu, pemerintah daerah tetap akan melakukan pembahasan bersama seluruh pihak terkait.

Terlebih, operasional kendaraan di kawasan tiga gili harus mempertimbangkan regulasi sekaligus kondisi sosial masyarakat setempat.

Ia juga menyinggung keberadaan ambulan laut yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung proses evakuasi dari kawasan kepulauan tersebut. Menurutnya, sarana tersebut hingga kini belum beroperasi secara optimal.

"Kalau nanti diizinkan, kita harus memadukannya dengan regulasi yang ada maupun norma sosial di wilayah tersebut," tegasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
tiga gili butuh ambulan listrik transportasi kegawatdaruratan Gili Meno Gili Trawangan Gili Air