LombokPost - Google Earth resmi merayakan ulang tahun ke 20. Di momen spesial ini, Google Earth menghadirkan dua fitur baru yang bikin pengguna makin betah menjelajah dunia secara virtual.
Pertama, street view historis. Kedua, wawasan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bisa bantu perencanaan kota masa depan.
Fitur street view historis sebenarnya sudah hadir lebih dulu di Google Maps desktop sejak 2014. Tapi baru tahun ini, fitur tersebut hadir di Google Earth.
Dengan fitur ini, pengguna bisa melihat perubahan kota dari tahun ke tahun, misalnya di Houston, AS. Kota besar bisa dilacak pertumbuhannya lewat foto-foto masa lalu.
Tak cuma nostalgia masa lalu, Google Earth kini juga memandang masa depan lewat fitur wawasan AI terbaru.
Fitur ini sudah diluncurkan untuk pengguna profesional di Amerika Serikat dan akan diperluas ke negara lain.
Dengan fitur AI ini, pengguna bisa mendapatkan data visual seperti cakupan kanopi pohon di suatu kota.
Penting banget buat perencana kota karena bisa langsung tahu kawasan mana yang minim pepohonan alias rawan panas.
Data ini bisa jadi dasar untuk bikin solusi pendinginan kota yang lebih ramah lingkungan.
Dulu Dipakai Militer AS
Tahu nggak? Sebelum populer kayak sekarang, Google Earth dulunya bernama Earth Viewer.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Keyhole, Inc, perusahaan yang didanai oleh CIA melalui In-Q-Tel. Tujuannya? Dipakai untuk operasi militer dan pemetaan intelijen!
Keyhole berdiri tahun 2001, tapi teknologi yang jadi cikal bakal Google Earth sudah dikembangkan sejak 1998 oleh Silicon Graphics. Mereka bikin tampilan bumi dari luar angkasa yang bisa di-zoom lewat komputer. Gokil!
Tahun 2004, Google mengakuisisi Keyhole dan merilis Earth Viewer ke publik setahun kemudian dengan nama baru: Google Earth.
Sejak saat itu, globe virtual ini jadi primadona. Pengguna bisa melihat rumah, jalan, mobil, dan bahkan rambu lalu lintas secara detail dari seluruh dunia.
Tapi nggak semua orang senang. Masalah privasi sempat jadi sorotan karena ada foto orang yang sedang berjemur sampai jendela rumah yang terlalu jelas.
Akhirnya, Google Earth menambahkan fitur blur otomatis untuk wajah, rumah, dan pelat nomor kendaraan.
Evolusi Fitur Google Earth: Canggih Banget!
Google terus menyempurnakan layanan ini dari tahun ke tahun. Beberapa fitur andalan yang bisa dinikmati pengguna Google Earth sekarang antara lain:
Tampilan 3D
Pengguna bisa melihat bangunan dan kontur geografis dalam bentuk 3D. Fitur ini sudah ada sejak 2007 dan pertama kali digunakan di kota Hamburg.
Historical Imagery
Dengan fitur ini, pengguna bisa melihat gambaran permukaan bumi di masa lalu, termasuk kondisi lempeng bumi lewat Earth Seafloor.
Topografi dan Sumber Daya Geotermal
Lewat fitur topografi historis, pengguna bisa tahu ketinggian dan suhu bumi berdasarkan kedalamannya. Cocok untuk riset dan edukasi.
Google Earth bukan cuma buat seru-seruan lihat rumah sendiri dari atas. Tapi sekarang, dengan fitur AI dan data historis, aplikasi ini bisa jadi alat serius buat perencanaan masa depan bumi.
Google Earth bukan cuma nostalgia—tapi juga jadi alat bantu kota hadapi masa depan. Siap jelajah bumi 20 tahun ke depan? (***)
Editor : Alfian Yusni