Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tesla Pi Phone Hebohkan Dunia, Benarkah Ponsel Rp12 Juta Ini Bisa Internet Gratis Starlink di Mana Saja?

Alfian Yusni • Selasa, 7 Oktober 2025 | 12:17 WIB
Elon Musk bahkan disebut menantang Apple, menyebut bahwa Tesla tak sekadar merilis smartphone, melainkan membangun ekosistem komunikasi mandiri berbasis satelit. (istimewa)
Elon Musk bahkan disebut menantang Apple, menyebut bahwa Tesla tak sekadar merilis smartphone, melainkan membangun ekosistem komunikasi mandiri berbasis satelit. (istimewa)

LombokPost - Tesla Pi Phone bikin heboh jagat maya. Ponsel yang diklaim resmi diluncurkan Tesla dengan harga USD 789 atau sekitar Rp12 juta ini ramai diperbincangkan karena disebut-sebut mampu terhubung ke internet gratis.

Dengan menggunakan jaringan satelit Starlink di mana pun, dari gurun pasir sampai puncak gunung, ponsel ini bahkan tidak perlu SIM card, Wi-Fi, atau bayar tagihan bulanan.

Klaim tersebut membuat publik penasaran. Tesla Pi Phone juga disebut punya fitur pengisian daya tenaga surya, sinkronisasi dengan Neuralink, hingga mining kripto.

Tak berhenti di situ, ponsel ini dikabarkan terintegrasi dengan Tesla Car Control dan SpaceX untuk siaran video langsung.

Elon Musk bahkan disebut menantang Apple, menyebut bahwa Tesla tak sekadar merilis smartphone, melainkan membangun ekosistem komunikasi mandiri berbasis satelit.

Namun fakta di lapangan berkata lain. Berdasarkan laporan Economic Times, Hindustan Times, hingga Snopes, sampai hari ini Tesla maupun Elon Musk belum pernah merilis Pi Phone secara resmi.

Klaim harga USD 789 dan sederet fitur futuristiknya sejauh ini terbukti hanya rumor viral yang belum terkonfirmasi.

Beberapa media menyebutkan, memang ada ponsel bermerek “Tesla” yang dijual di beberapa negara, tetapi itu bukan buatan Tesla Inc. dan tidak memiliki akses langsung ke Starlink. Jadi, kabar Tesla Pi Phone lebih cocok disebut hoaks yang terlanjur viral.

Meski begitu, langkah futuristik Musk bukan sekadar omong kosong. Yang nyata sedang digarap adalah teknologi Starlink direct-to-cell, yang memungkinkan ponsel biasa terhubung langsung ke satelit Starlink tanpa terminal tambahan.

Teknologi ini bahkan sudah mendapat izin regulasi dari FCC Amerika Serikat untuk beroperasi bersama T-Mobile, meski sempat ditentang oleh AT&T dan Verizon.

 

Menurut studi teknis terbaru, layanan direct-to-cell Starlink sudah diuji dan mampu menghadirkan kecepatan rata-rata sekitar 4 Mbps di area terbuka.

Walau belum secepat jaringan darat, teknologi ini menjadi harapan untuk menutup kesenjangan konektivitas di pelosok dunia.

Ekspansi Starlink juga terus meluas. SpaceX telah bekerja sama dengan operator besar di India, seperti Reliance Jio dan Bharti Airtel, untuk memperluas jangkauan internet satelit.

Beberapa negara, termasuk Indonesia, mulai membuka pintu regulasi agar layanan ini segera hadir.

Publik pun bertanya-tanya: jika Starlink benar-benar terintegrasi ke ponsel biasa, akankah Musk suatu hari memang merilis Tesla Pi Phone? Untuk saat ini jawabannya: belum.

Tapi teknologi internet satelit langsung ke ponsel sudah di depan mata, dan itu bisa menjadi revolusi besar bagi dunia komunikasi.

Hingga kini, rumor Tesla Pi Phone masih lebih banyak jadi bahan perbincangan ketimbang kenyataan.

Namun gebrakan Starlink menjadi bukti nyata bahwa konektivitas global tanpa blank spot bukan lagi mimpi. (***)

Editor : Alfian Yusni
#tesla pi phone #tesla #starlink #internet gratis