Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

ASUS Integrasikan Arsitektur AI Hybrid di Seluruh Perangkat Komersial, Pangkas Biaya Inferensi Hingga 70 Persen

Nurul Hidayati • Jumat, 29 Mei 2026 | 12:10 WIB
ASUS Integrasikan Arsitektur AI Hybrid di Seluruh Perangkat Komersial.
ASUS Integrasikan Arsitektur AI Hybrid di Seluruh Perangkat Komersial.

LombokPost – ASUS resmi mengumumkan integrasi arsitektur AI hybrid di seluruh lini perangkat komersialnya, meliputi laptop ASUS ExpertBook, desktop ASUS ExpertCenter, dan PC mini ASUS NUC.

Langkah strategis ini dirancang untuk penerapan di tempat (on-premises) yang mulus, guna membantu sektor korporasi menyeimbangkan performa dan efisiensi biaya saat mengadopsi aplikasi AI generatif.

Seiring dengan percepatan adopsi model bahasa besar (LLM) dan aplikasi berbasis agen AI oleh perusahaan, biaya token terkait inferensi berbasis cloud murni terus membengkak dan sulit diprediksi. Kondisi ini kerap menjadi hambatan utama dalam penerapan AI skala besar.

Baca Juga: Super Tipis, Laptop ASUS ROG Zephyrus G14 Punya Spek Paling Gila

Sebagai solusi, arsitektur AI hybrid dari ASUS hadir untuk mendistribusikan beban kerja secara dinamis antara perangkat lokal dan cloud.

Dengan menangani sebagian besar tugas AI secara lokal dan mencadangkan cloud hanya untuk beban kerja yang sangat kompleks, perusahaan dapat menekan biaya operasional secara signifikan sekaligus meningkatkan fleksibilitas penerapan.

"Dengan AI hybrid, kami ingin memindahkan lebih banyak pemrosesan AI ke perangkat, mengurangi ketergantungan pada sumber daya cloud, serta meningkatkan efisiensi dan kepraktisan," Bryan Chang, General Manager of Commercial PC BU, ASUS.

Baca Juga: ASUS ExpertBook Ultra Resmi Meluncur! Laptop AI Flagship 0,99 Kg yang Klaim 'Libas' Performa NVIDIA RTX 4050, Ini Rahasianya!

Dukung LLM Skala Besar Lewat Teknologi Lokal

Di sektor teknologi, arsitektur baru ini mengintegrasikan teknologi ekstensi memori aiDAPTIV™ dari Phison.

Kolaborasi ini memungkinkan perangkat dengan spesifikasi perangkat keras terbatas untuk mendukung model bahasa skala menengah hingga besar (seperti 26B dan 35B) secara lokal, mendobrak batasan memori tradisional yang biasanya menuntut infrastruktur kelas atas.

Baca Juga: Resmi Meluncur! ASUS ExpertBook PM3: Laptop Bisnis Generasi AI Ultra-Tipis dengan Prosesor AMD Ryzen™ AI

Selain itu, mekanisasi perutean berbasis gateway cerdas akan menyaring tugas berdasarkan tingkat kompleksitasnya, dengan memprioritaskan pemrosesan lokal.

Berdasarkan data sistem benchmarking PinchBench yang mengevaluasi model LLM pada agen pengkodean OpenClaw, pendekatan inferensi hybrid ini terbukti mampu memangkas biaya inferensi token hingga 70 persen dengan performa yang tetap terjaga.

CEO Phison, K.S. Pua, menegaskan bahwa kolaborasi ini memberikan solusi yang sangat terukur dan hemat biaya bagi korporasi.

Implementasi Nyata di Berbagai Lini Bisnis

Ekspansi kemampuan AI hybrid pada laptop, desktop, dan PC mini ASUS ini mencakup berbagai kasus penggunaan produktivitas perusahaan, di antaranya:

Terjemahan multibahasa dan penyusunan email bisnis.

Ringkasan otomatis catatan rapat, kontrak, serta dokumen panjang.

Tanya jawab basis pengetahuan (knowledge base) internal perusahaan.

Layanan pelanggan otomatis, respons FAQ, dan manajemen catatan CRM.

Melalui penanganan tugas-tugas tersebut secara lokal, perusahaan tidak hanya dapat menghemat pengeluaran konsumsi token cloud, tetapi juga memperkuat privasi data internal serta mempercepat efisiensi respons sistem.

Ke depan, ASUS berkomitmen untuk terus memajukan ekosistem PC AI komersialnya lewat integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan kemitraan strategis demi mendukung akselerasi transformasi digital jangka panjang bagi pelaku usaha.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#AI Hybrid #PC Komersial #Efisiensi Biaya #Performa Komputasi #asus