LombokPost – Stan Wawrinka akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada Roland Garros, turnamen yang menjadi salah satu panggung terbesar dalam karier legendarisnya.
Petenis Swiss berusia 41 tahun itu tersingkir di babak pertama Roland Garros 2026 setelah kalah dari Jesper de Jong, Senin (26/5).
Namun suasana di Court Simonne-Mathieu terasa jauh dari kesedihan semata. Publik Paris justru menghadirkan atmosfer perayaan untuk menghormati juara Roland Garros 2015 tersebut.
Baca Juga: Novak Djokovic Lolos dari Tekanan di Roland Garros 2026, Langsung Bicara soal Kondisi Fisik
Setiap winner yang dilepaskan Wawrinka mendapat sambutan meriah dari tribun. Dukungan penonton terus mengalir hingga pertandingan berakhir.
Usai laga, Wawrinka mengaku momen itu menjadi salah satu pengalaman paling emosional dalam akhir kariernya di ATP Tour.
“Ini luar biasa. Lebih dari yang bisa saya bayangkan,” ujar Wawrinka. “Begitu banyak dukungan dan cinta dari penonton. Itulah alasan mengapa saya terus bermain selama ini,” lanjutnya.
Baca Juga: Alexander Zverev Mulai Garang di Roland Garros 2026, Benjamin Bonzi Dibabat Tiga Set
Wawrinka memang sedang menjalani musim terakhirnya sebagai petenis profesional. Roland Garros menjadi salah satu turnamen paling spesial dalam hidupnya.
Selain meraih gelar juara pada 2015, Wawrinka juga pernah mencapai final pada 2017 dan beberapa kali menciptakan duel klasik di lapangan tanah liat Paris.
Karena itu, hubungan emosionalnya dengan publik Prancis terasa sangat kuat. “Saya selalu merasa punya koneksi dengan penonton di sini, terutama sejak 2014 hingga 2016,” katanya.
Baca Juga: Tangis Marta Kostyuk di Roland Garros 2026, Tetap Menang Meski Dihantui Kabar Rudal di Ukraina
Menurut Wawrinka, dukungan yang ia rasakan di pertandingan terakhir membuatnya merasa seperti bermain di rumah sendiri.
“Saya merasa seperti di rumah. Emosi seperti ini yang membuat saya terus bermain sampai usia 41 tahun,” ucap mantan petenis peringkat tiga dunia tersebut.
Meski sedih harus meninggalkan Roland Garros, Wawrinka mengaku bangga dengan seluruh perjalanan kariernya. Saat muda, ia hanya bermimpi menjadi petenis profesional dan bisa masuk 100 besar dunia.
Namun kariernya berkembang jauh melampaui ekspektasi. “Saya tidak pernah membayangkan bisa mencapai semua ini,” ujar Wawrinka.
Baca Juga: Arthur Fils Mundur dari Roland Garros 2026, Cedera Pinggul Gagalkan Duel Lawan Stan Wawrinka
Ia menegaskan dirinya tidak pernah bermain demi menciptakan sejarah, tetapi lebih karena ingin terus berkembang dan menantang diri sendiri.
“Saya selalu ingin menjadi pemain yang lebih baik dan mencari cara untuk mengalahkan para pemain terbaik dunia,” lanjutnya.
Sepanjang karier di Roland Garros, Wawrinka mencatat rekor 46 kemenangan dan 20 kekalahan. Ia juga pernah mengalahkan seluruh anggota Big Four di Paris, termasuk Novak Djokovic, Roger Federer, dan Andy Murray.
Editor : Rury Anjas Andita