LombokPost - Marta Kostyuk mencatat sejarah besar di Roland Garros 2026. Petenis Ukraina berusia 23 tahun itu sukses menembus semifinal Grand Slam pertamanya setelah mengalahkan kompatriotnya, Elina Svitolina, dalam duel penuh emosi dan sarat makna.
Marta Kostyuk mengalahkan Elina Svitolina dengan skor 6-3, 2-6, 6-2 pada perempat final Roland Garros 2026, Selasa (2/6). Kemenangan ini membuat Marta Kostyuk menjadi petenis Ukraina pertama di Era Terbuka yang berhasil mencapai semifinal Roland Garros.
Laga Marta Kostyuk melawan Elina Svitolina juga mencetak sejarah sebagai perempat final Grand Slam pertama di Era Terbuka yang mempertemukan dua petenis Ukraina.
Marta Kostyuk tampil luar biasa pada momen-momen krusial. Setelah pertandingan berjalan ketat hingga awal set ketiga, Kostyuk menutup laga dengan dominan, memenangi 13 dari 14 poin terakhir untuk memastikan tiket ke semifinal Roland Garros 2026.
Keberhasilan Marta Kostyuk terasa semakin emosional karena terjadi hanya beberapa jam setelah serangan besar kembali mengguncang Ukraina dan menewaskan sejumlah warga sipil.
Dalam wawancara di lapangan, Marta Kostyuk langsung mendedikasikan kemenangan bersejarah tersebut untuk rakyat Ukraina.
“Saya ingin mempersembahkan pertandingan ini kepada rakyat Ukraina dan ketahanan mereka,” ujar Marta Kostyuk.
Selain itu, Marta Kostyuk juga memberikan penghormatan kepada Elina Svitolina yang selama ini dianggap sebagai ikon tenis Ukraina.
“Saya ingin berterima kasih kepada Elina atas kontribusinya bagi tenis Ukraina dan bagi saya secara pribadi. Dia adalah petarung luar biasa,” kata Marta Kostyuk.
Baca Juga: Juara Bertahan Tumbang! Coco Gauff Disingkirkan Anastasia Potapova dalam Duel Sengit Roland Garros
Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif Marta Kostyuk menjadi 17 kemenangan beruntun. Sebelumnya, ia sukses menjuarai turnamen Rouen dan Madrid sebelum melanjutkan performa gemilangnya di Roland Garros 2026.
Rentetan 17 kemenangan beruntun Marta Kostyuk menjadi yang terpanjang di level WTA sejak Iga Swiatek mencatat 21 kemenangan beruntun pada musim 2024.
Di sisi lain, kekalahan ini menghentikan laju Elina Svitolina yang sebelumnya datang ke Paris dengan modal 10 kemenangan beruntun setelah menjadi juara di Roma.
Pertandingan sempat berjalan sulit bagi Marta Kostyuk. Setelah memenangi set pertama, ia kehilangan momentum pada set kedua akibat permainan agresif dan variasi pukulan yang ditampilkan Svitolina.
Namun, Marta Kostyuk berhasil menemukan kembali ritme permainannya di set penentuan setelah mendapat arahan dari tim pelatihnya.
“Saya merasa sempat kehilangan agresivitas. Kemudian saya kembali pada rencana permainan dan akhirnya semuanya berjalan dengan baik,” ujar Marta Kostyuk.
Perubahan strategi tersebut langsung membuahkan hasil. Kostyuk tampil lebih menyerang, memukul winner dari berbagai sudut lapangan, dan menutup pertandingan dengan sangat meyakinkan.
Di semifinal Roland Garros 2026, Marta Kostyuk akan menghadapi unggulan kedelapan, Mirra Andreeva. Pertandingan itu menjadi ulangan final Madrid Open 2026 yang sebelumnya dimenangkan Kostyuk.
Menariknya, Marta Kostyuk saat ini unggul 2-0 dalam rekor pertemuan melawan Mirra Andreeva sepanjang musim 2026.
Editor : Rury Anjas Andita