LombokPost – Wimbledon 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar Grand Slam, tetapi juga berpotensi menghadirkan perubahan di puncak peringkat dunia WTA. Elena Rybakina memiliki peluang besar menggusur Aryna Sabalenka dari posisi nomor satu dunia apabila mampu melangkah lebih jauh dibanding rival utamanya.
Saat memasuki Wimbledon, Sabalenka masih memimpin ranking WTA dengan koleksi 9.090 poin. Namun keunggulannya atas Rybakina tidak terlalu jauh.
Juara Wimbledon 2022 itu mengoleksi 8.143 poin atau hanya terpaut 947 poin dari Sabalenka. Selisih tersebut membuat persaingan menuju posisi teratas dipastikan berlangsung sengit sepanjang dua pekan turnamen.
Baca Juga: Wimbledon 2026 Pecahkan Rekor, Total Hadiah Tembus Rp 1,4 Triliun, Juara Bawa Pulang Rp 80 Miliar
Lapangan rumput selalu menjadi salah satu permukaan terbaik bagi Rybakina. Servis keras, pukulan pertama yang agresif, serta kemampuannya mengontrol reli membuat petenis Kazakhstan itu sangat berbahaya di All England Club.
Modal lainnya adalah status sebagai juara Wimbledon 2022 serta penampilan konsisten di turnamen-turnamen besar dalam dua musim terakhir. Tak heran jika Rybakina kembali masuk daftar favorit juara tahun ini.
Meski peluang terbuka, Rybakina tetap harus memenuhi sejumlah syarat untuk bisa mengambil alih posisi puncak ranking WTA.
Langkah minimal yang harus dicapai adalah perempat final. Tanpa mencapai delapan besar, peluang menjadi nomor satu dunia otomatis tertutup. Setelah itu, nasibnya akan sangat bergantung pada hasil yang diraih Sabalenka.
Apabila Sabalenka tersingkir sebelum babak 16 besar, Rybakina masih berpeluang merebut peringkat satu dengan syarat mampu menembus perempat final.
Jika Sabalenka mencapai babak 16 besar atau perempat final, maka Rybakina wajib melangkah hingga semifinal. Sementara apabila Sabalenka berhasil mencapai semifinal, Rybakina harus menembus final agar tetap memiliki peluang mengambil alih posisi puncak.
Baca Juga: Carlos Alcaraz Mundur dari Wimbledon dan Queen’s Club, Cedera Pergelangan Tangan Jadi Penyebab
Skenario paling dramatis adalah apabila keduanya bertemu pada partai final Wimbledon. Dalam situasi tersebut, pemenang laga final dipastikan keluar dari London dengan status sebagai petenis nomor satu dunia.
Dalam dua musim terakhir, Sabalenka dan Rybakina menjadi dua sosok yang paling konsisten di level tertinggi tenis putri. Keduanya silih berganti menjuarai turnamen besar dan hampir selalu menjadi kandidat utama di setiap Grand Slam.
Persaingan mereka pun berkembang menjadi salah satu rivalitas paling menarik di WTA Tour. Jika skenario final benar-benar terjadi, Wimbledon akan menjadi panggung sempurna untuk menentukan siapa yang pantas memimpin tenis putri dunia.
Di sisi lain, Sabalenka juga memiliki motivasi besar mempertahankan posisinya. Apabila berhasil tetap berada di peringkat satu dunia setelah Wimbledon, petenis Belarusia itu akan mencatatkan 91 pekan berturut-turut sebagai pemimpin ranking WTA atau 99 pekan secara keseluruhan.
Baca Juga: Lucky Loser Donna Vekic Juara Queen's, Ranking WTA Melonjak Tajam
Catatan tersebut akan menyamai rekor legenda tenis Monica Seles yang berada di posisi ketujuh daftar petenis dengan masa terlama menghuni peringkat satu dunia.
Editor : Rury Anjas Andita