LombokPost – Wimbledon 2026 menghadirkan pertandingan yang layak disebut sebagai final sebelum final. Jannik Sinner akan menghadapi Novak Djokovic pada semifinal, Jumat (11/7), dalam duel yang mempertemukan petenis nomor satu dunia melawan legenda hidup dengan koleksi 24 gelar Grand Slam.
Laga ini menjadi pertemuan kedua mereka di turnamen Grand Slam sepanjang musim 2026 setelah bentrokan dramatis di semifinal Australian Open. Saat itu Djokovic bangkit dan menang lima set atas Sinner. Kini, petenis Italia tersebut datang dengan misi membalas kekalahan sekaligus mempertahankan peluang mempertahankan gelar Wimbledon.
Sementara bagi Djokovic, kemenangan akan membawanya selangkah lebih dekat menuju gelar Grand Slam ke-25, rekor yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.
Baca Juga: Marta Kostyuk Ukir Sejarah di Wimbledon 2026, Tinggal Selangkah Lagi Bawa Ukraina ke Final Pertama
Rivalitas Panas Kembali Berlanjut
Sejak undian Wimbledon diumumkan, kemungkinan duel Sinner vs Djokovic sudah menjadi perhatian utama. Banyak yang berharap keduanya bertemu di final, namun hasil undian mempertemukan mereka lebih cepat, yakni di semifinal.
Meski perjalanan menuju empat besar tidak mudah, keduanya berhasil melewati berbagai ujian.
Sinner sempat dipaksa bermain lima set pada laga pembuka sebelum tampil dominan pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Sebaliknya, Djokovic harus menguras energi dalam beberapa laga panjang, termasuk pertarungan lima set melawan Felix Auger-Aliassime di perempat final.
Kini keduanya kembali berdiri di Centre Court untuk melanjutkan rivalitas yang semakin menarik dalam beberapa musim terakhir.
Sinner Ingin Membalas Kekalahan di Australia
Bagi Jannik Sinner, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket final. Petenis berusia 24 tahun tersebut masih mengingat kekalahan menyakitkan dari Djokovic pada semifinal Australian Open 2026. Meski unggul dalam performa sepanjang musim dan menyapu bersih enam gelar ATP Masters 1000 secara beruntun, ia belum mampu menembus final Grand Slam tahun ini.
Sinner datang dengan modal positif. Setelah melalui pertandingan lima set pada babak pertama, ia tidak kehilangan satu set pun hingga semifinal.
"Saya merasa setiap pertandingan memiliki cerita yang berbeda. Di lapangan rumput, semuanya bisa berubah hanya karena satu hari servis yang buruk. Saya senang kembali ke semifinal dan akan berjuang untuk setiap poin," ujar Sinner.
Djokovic Kejar Sejarah Lagi
Di sisi lain, Novak Djokovic tetap menjadi ancaman terbesar di Wimbledon. Juara tujuh kali Wimbledon itu kembali menunjukkan kualitasnya meski kini berusia 39 tahun. Pengalamannya menghadapi tekanan di pertandingan besar membuatnya masih menjadi favorit di setiap Grand Slam.
Baca Juga: Novak Djokovic Selamat dari Drama 5 Jam, Tantang Jannik Sinner di Semifinal Wimbledon 2026
Djokovic mengakui laga melawan Sinner akan menjadi tantangan besar, tetapi ia tetap percaya mampu bersaing di level tertinggi.
"Saya masih ingin membuktikan kepada diri sendiri dan semua orang bahwa saya mampu mengalahkan pemain-pemain terbaik dunia di panggung terbesar. Itulah yang saya lakukan di Australia dan saya ingin melakukannya lagi di sini," kata Djokovic.
Petenis Serbia itu juga menyebut semifinal ini terasa seperti sebuah pertandingan final karena kualitas lawan yang akan dihadapi.
Baca Juga: Coco Gauff Cetak Sejarah, Bangkit Kalahkan Jessica Pegula dan Lolos ke Semifinal Wimbledon
Rekor Pertemuan Masih Tipis
Secara keseluruhan, rivalitas keduanya berlangsung sangat ketat. Sinner unggul tipis 6-5 dalam rekor pertemuan. Namun, Djokovic masih lebih unggul di Wimbledon dengan memenangi dua dari tiga duel mereka di All England Club.
Sebaliknya, Sinner sukses memenangi lima dari enam pertemuan terakhir, termasuk semifinal Roland Garros dan Wimbledon musim lalu. Fakta tersebut membuat duel kali ini semakin sulit diprediksi.
Servis Jadi Penentu
Salah satu aspek yang diperkirakan menentukan hasil pertandingan adalah kualitas servis.
Djokovic kembali memperlihatkan kemampuan bertahan luar biasa saat mengalahkan Auger-Aliassime. Namun menghadapi Sinner yang sedang berada dalam performa terbaik, ia harus mampu menjaga akurasi servis agar tidak terus ditekan dari baseline.
Di sisi lain, Sinner juga memahami pengalaman Djokovic di Centre Court tidak bisa dianggap remeh.
Baca Juga: Jannik Sinner Melaju ke Semifinal Wimbledon 2026, Tinggal Selangkah Pertahankan Gelar
"Dia sudah berkali-kali menjuarai Wimbledon dan tahu bagaimana memenangkan pertandingan besar di lapangan ini. Saya sangat menantikan duel tersebut," ujar Sinner.
Dengan pengalaman, mental juara, dan kualitas permainan yang sama-sama luar biasa, semifinal Sinner vs Djokovic diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbaik Wimbledon 2026. Pemenangnya akan melangkah ke final dan menjaga asa mengangkat trofi paling bergengsi di lapangan rumput.
Editor : Rury Anjas Andita