LombokPost – Jannik Sinner tidak hanya mempertahankan gelar Wimbledon 2026. Kemenangan atas Alexander Zverev di partai final juga membuat petenis nomor satu dunia itu semakin unggul dalam persaingan gelar besar (big titles) melawan rival utamanya, Carlos Alcaraz.
Sinner mengalahkan Zverev dalam empat set untuk merebut trofi Wimbledon kedua secara beruntun. Gelar tersebut menjadi Gelar Besar ke-17 sepanjang kariernya, kategori yang menghitung gabungan gelar Grand Slam, ATP Finals, ATP Masters 1000, dan medali emas tunggal Olimpiade.
Dengan tambahan trofi di All England Club, Sinner kini unggul 17-15 atas Alcaraz dalam persaingan koleksi Gelar Besar.
Baca Juga: Jannik Sinner Singkirkan Novak Djokovic, Lolos ke Final Wimbledon 2026 dan Tantang Alexander Zverev
Dominasi Sinner Sejak Awal 2024
Keberhasilan di Wimbledon menandai gelar Grand Slam kelima bagi petenis Italia berusia 24 tahun tersebut. Menariknya, seluruh gelar major Sinner diraih sejak awal musim 2024.
Dalam kurun waktu kurang dari dua musim, ia berubah dari penantang menjadi penguasa ATP Tour. Setelah sempat tertinggal dari Alcaraz pada awal 2026, Sinner melesat dengan performa luar biasa.
Pada 1 Februari 2026, Alcaraz masih memimpin persaingan Gelar Besar dengan skor 15-11. Namun sejak saat itu, Sinner memenangkan enam dari tujuh turnamen Gelar Besar yang dimainkan.
Baca Juga: Alexander Zverev ke Final Wimbledon Perdana, Akhiri Perjalanan Sensasional Arthur Fery
Rentetan tersebut termasuk gelar ATP Masters 1000 di: Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, Madrid, dan Roma.
Di Roma, Sinner juga menuntaskan Career Golden Masters, pencapaian yang hanya dimiliki sedikit pemain dalam sejarah tenis.
Perbandingan Gelar Besar: Sinner vs Alcaraz
Jannik Sinner: 5 grand slam, 2 ATP Finals, 10 Masters 1000, total 17 gelar. Sedangkan Carlos Alcaraz: 7 grand slam, 8 Masters 1000, dengan total 15 gelar.
Rasio Kemenangan yang Mengesankan
Selain unggul dalam jumlah trofi, efisiensi Sinner juga mulai mendekati level para legenda tenis.
Hingga Wimbledon 2026, ia meraih 17 Gelar Besar dari 72 turnamen besar yang diikuti. Artinya, rata-rata Sinner memenangkan satu gelar besar setiap 4,2 turnamen.
Catatan itu bahkan sudah melampaui rasio karier Roger Federer yang berada di angka 4,4.
Saat ini, hanya tiga pemain yang memiliki rasio lebih baik: Novak Djokovic dengan 1 gelar tiap 3,3 turnamen, Rafael Nadal dengan 1 gelar tiap 3,5 turnamen, dan Carlos Alcaraz dengan 1 gelar tiap 3,9 turnamen.
Jika mampu memenangkan dua turnamen besar berikutnya, Sinner berpeluang menyalip rasio Alcaraz dan naik ke posisi ketiga terbaik sepanjang sejarah.
Musim 2026 Masih Panjang
Gelar Wimbledon merupakan gelar besar keenam Sinner pada musim 2026, menyamai pencapaian terbaiknya pada tahun 2024.
Yang membuat situasi semakin menarik, kalender ATP masih menyisakan enam turnamen Gelar Besar hingga akhir musim. Itu berarti persaingan Sinner dan Alcaraz masih sangat terbuka.
Namun untuk saat ini, momentum sepenuhnya berada di tangan petenis Italia tersebut.
"Jannik sedang berada di level yang sangat sulit dihentikan. Ia tidak hanya menang, tetapi juga konsisten di turnamen-turnamen terbesar," tulis media tenis Italia usai final Wimbledon.
Editor : Rury Anjas Andita