Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pesona Pasir Merica dan Sunset Eksotis Pantai Oi Fanda Bima

Geumerie Ayu • Minggu, 10 Mei 2026 | 19:24 WIB
LIBURAN MENARIK: Wisatawan lokal tengah berlibur ke Pantai Oi Fanda, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
LIBURAN MENARIK: Wisatawan lokal tengah berlibur ke Pantai Oi Fanda, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

LombokPost – Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Bima, seolah tak pernah kehabisan permata tersembunyi. Salah satunya bernama Pantai Oi Fanda.

Terletak di Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, pantai ini menawarkan paket lengkap bagi pencinta alam. Pasir putih unik, air laut jernih sebekening kaca, hingga spot camping yang menenangkan.

Secara harfiah, nama "Oi Fanda" diambil dari bahasa suku Mbojo. Kata Oi berarti air dan Fanda berarti pandan.

Nama ini merujuk pada warna air lautnya yang hijau jernih menyejukkan, layaknya warna air rendaman pandan.

Baca Juga: Surga Tersembunyi di Balik Letusan Tambora, Pesona Air Terjun Oi Marai yang Bikin Nagih

Berbeda dengan pantai pada umumnya, Pantai Oi Fanda memiliki tekstur pasir putih yang kasar menyerupai butiran merica.

Keindahan ini semakin lengkap dengan jajaran pohon kelapa yang berbaris rapi di sepanjang tepian.

Ini memberikan suasana teduh bagi pengunjung yang ingin sekadar duduk santai menunggu matahari terbenam (sunset).

Bagi penggemar dunia bawah laut, Oi Fanda juga menjadi titik penyelaman yang relatif mudah diakses. Airnya yang sangat jernih memungkinkan siapa saja untuk snorkeling meski di kedalaman dangkal sekita 1-2 meter.

Baca Juga: Pulau Kelapa Bima, 'Raja Ampat' Tersembunyi di Ujung Timur Pulau Sumbawa

Spot terbaiknya berada di sisi utara karang. Lokasi yang relatif tenang karena jauh dari hiruk-pikuk aktivitas perahu nelayan.

Di titik ini, pengunjung dapat dengan mudah mengeksplorasi kekayaan biota laut yang masih terjaga kelestariannya.

Mulai dari hamparan koral hidup yang sehat, tarian ikan hias warna-warni, hingga keberadaan bintang laut yang memanjakan mata.

Selain snorkeling, ombak di area tertentu juga menjadi magnet bagi para peselancar, sementara area perbukitan di sekitarnya sangat ideal untuk mendirikan tenda bagi komunitas camping.

Baca Juga: Pesona Ai Nyember, Hidden Oase di Tanah Sumbawa

Untuk mencapai Pantai Oi Fanda dari Kota Bima, dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Ada dua rute utama yang bisa ditempuh. 

Pertama melalui jalur Kecamatan Wera, rute ini paling disarankan dengan kondisi aspal mulus. Dari Kota Bima menuju Kecamatan  Wera, lalu belok kiri menuju Desa Ujung Kalate.

Kedua melalui jalur Kolo, jalur ini lebih menantang dengan tanjakan ekstrem dan kondisi jalan yang cukup memicu adrenalin. Ini cocok bagi Anda yang menyukai petualangan.

Pengelola telah menyediakan fasilitas yang cukup memadai untuk kenyamanan wisatawan. Mulai dari gazebo, warung makan, area piknik, hingga camping ground.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Air Terjun Hidden Gem di Kecamatan Bayan Lombok Utara, Masih Alami dan Cocok untuk Menghilangkan Penat

Destinasi wisata ini dibuka pengelolanya mulai 05.00– 18.00 Wita. Tarif parkirnya sekitar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Sebagai tambahan, jika beruntung, anda bisa membeli ikan segar langsung dari nelayan yang baru mendarat di pagi hari untuk dibakar di pinggir pantai. Sembari menikmati kelapa muda segar dari kebun warga.

Editor : Akbar Sirinawa
#Pantai Oi Fanda #Kabupaten Bima #pasir merica #wisata #Permata Tersembunyi