LombokPost - Kawasan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat seolah tidak pernah kehabisan "kepingan surga" yang tersembunyi. Bagi para pelancong yang bosan dengan suasana pantai yang itu-itu saja, Pantai Orong Bukal kini menjadi magnet baru. Menyuguhkan perpaduan tebing karang raksasa dan kolam alami yang eksotis, destinasi ini menjanjikan petualangan liar yang memacu adrenalin.
Secara geografis, pantai ini terletak di balik gugusan perbukitan berbatu kawasan Sekotong Barat. Nama "Orong Bukal" sendiri diambil dari bahasa lokal, di mana kata Bukal merujuk pada kawanan kelelawar yang menghuni gua-gua di sekitar tebing karang tersebut.
Berbeda dengan pantai wisata pada umumnya yang menawarkan hamparan pasir landai, Orong Bukal menyajikan lanskap dramatis. Wisatawan akan disambut oleh dinding-dinding batu karang menjulang tinggi yang berdiri kokoh menghadang empasan ombak Samudra Hindia.
Di beberapa sudut pantai, terdapat cerukan batu yang membentuk kolam-kolam karang alami dengan air laut berwarna biru kehijauan yang sangat jernih. Saat air laut dalam kondisi bersahabat, kolam ini layaknya infinity pool alami yang menghadap langsung ke samudra lepas.
Namun, untuk menikmati mahakarya alam Sekotong ini tidaklah mudah. Keindahan luar biasa Pantai Orong Bukal menuntut perjuangan dan fisik yang prima dari para pengunjung. Destinasi ini sangat cocok bagi mereka yang menyukai tantangan (trekking).
Untuk mencapai bibir pantai, pelancong harus berjalan kaki (trekking) melewati jalan setapak, membelah kawasan hutan yang rimbun, serta menuruni lereng perbukitan yang cukup curam dan licin. Perjalanan kaki dari titik parkir terakhir setidaknya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.
"Jalurnya memang cukup menantang dan memeras keringat. Tapi begitu sampai di bawah dan melihat deburan ombak serta tebing karangnya, semua rasa lelah langsung terbayar lunas," tutur Laras pengunjung lokal dari Kota Mataram.
Mengingat lokasinya yang masih sangat perawan dan belum dikelola secara komersial skala besar, fasilitas penunjang wisata di Pantai Orong Bukal masih sangat minim. Di lokasi pantai, belum tersedia warung makanan maupun minuman. Namun jangan khawatir, beberapa pedagang siap menemani di setiap pos peristirahatan.
Meski begitu, bagi wisatawan yang tertarik menaklukkan pantai ini, tetap disarankan untuk membawa perbekalan logistik yang cukup, terutama air minum. Alas kaki khusus gunung atau sandal gunung yang antiselip juga menjadi perlengkapan wajib demi keamanan selama melintasi jalur trekking.
Selain itu, wisatawan juga diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan pasang surut air laut. Karakteristik pantai selatan yang berhadapan langsung dengan samudra bebas membuat ombak di sekitar tebing bisa berubah menjadi ganas sewaktu-waktu. Wisatawan sangat dilarang untuk berenang atau berdiri terlalu dekat dengan tepi tebing saat ombak sedang pasang demi keselamatan.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post