LombokPost--Menyambut Ramadan, seruan untuk memboikot produk yang dikaitkan dengan Israel kembali mencuat di media sosial.
Beberapa daftar merek kurma yang beredar mengklaim adanya keterkaitan dengan perusahaan eksportir Israel, mendorong konsumen untuk lebih selektif dalam berbelanja kurma.
Berdasarkan informasi yang beredar, berikut beberapa merek kurma yang sering disebut dalam kampanye boikot:
Merek dengan Keterkaitan Langsung Eksportir Israel
-
Hadiklaim: Diidentifikasi sebagai eksportir utama kurma dari Israel, yang memasok berbagai merek lainnya.
-
King Solomon & Jordan River: Diklaim dipasarkan melalui jaringan Hadiklaim.
-
Mehadrin: Perusahaan produk pertanian Israel yang masuk dalam daftar boikot.
-
Carmel Agrexco: Diproduksi dan diekspor oleh perusahaan pertanian Israel.
Baca Juga: Jelang Menghadapi Pisa, AC Milan Berharap para Bintangnya Pulih dan Siap Dimainkan
Merek Lain yang Disebut dalam Daftar Boikot
Beberapa merek lain yang sering disebut dalam kampanye boikot antara lain Delilah, Desert Diamond, Bomaja, Star Dates, Sincerely Nuts, hingga merek supermarket tertentu seperti Marks & Spencer dan Waitrose yang disebut memiliki produk kurma dengan sumber pemasok dari Israel.
Penjelasan Keterkaitan Produk
Istilah "terafiliasi Israel" dalam daftar ini umumnya mengacu pada produk yang diekspor oleh perusahaan Israel seperti Hadiklaim dan Agrexco, atau yang mencantumkan label "Product of Israel/West Bank/Jordan Valley".
Tidak semua merek tersebut beroperasi langsung dari Israel, namun disebut dalam kampanye boikot karena rantai pasokannya.
Anjuran untuk Konsumen
Para konsumen yang ingin mendukung kampanye boikot disarankan untuk:
-
Memeriksa label negara asal pada kemasan kurma
-
Memilih produk kurma lokal atau dari negara-negara muslim lainnya
-
Melakukan verifikasi informasi melalui sumber terpercaya sebelum menyebarluaskan daftar boikot
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan regulasi yang mewajibkan pencantuman negara asal secara jelas pada produk impor, termasuk kurma, untuk memudahkan konsumen membuat pilihan yang sesuai dengan keyakinannya.
Baca Juga: UT Mataram Kukuhkan 427 Wisudawan: Menjadi Poros Baru Penggerak Kemajuan NTB
Kampanye boikot produk Israel terus mendapatkan perhatian global, dengan dukungan dari berbagai organisasi masyarakat sipil sebagai bentuk solidaritas terhadap konflik di Palestina.
Editor : Kimda Farida