LombokPost - Full time AC Milan 0-1 Parma, ini adalah kekalahan perdana setelah serangkaian rekor yang ditorehkan tim merah hitam.
Kekalahan terakhir AC Milan sebelum laga ini terjadi saat pekan perdana Serie A kontra Cremonese, tahun lalu.
Yang menjadi kontroversi adalah proses gol Parma ke gawang AC Milan yang tercipta melalui skema sepak pojok.
Dalam momen tersebut, kiper AC Milan Mike Maignan tampak dihalang-halangi para pemain Parma yang membuat geraknya terbatas.
Kemudian prosesi gol sundullan yang tercipta bertumpu ke kepala pemain AC Milan.
Sehingga pihak AC Milan merasa aneh dengan disahkannya gol Parma, karena ada dua pelanggaran yang terjadi, tapi wasit mengabaikannya bahkan setelah melihat VAR.
Marchegiani, mantan kiper Serie A, berbicara kepada SkySport meatakaan, "Jelas bahwa Maignan merasa terganggu dengan posisi Valenti."
Pihak lain, Florenzi berbicara kepada SkySport mengatakan, "Pelanggaran atau bukan pelanggaran, itu jelas merupakan skema bola mati, terinspirasi oleh Arsenal. Wajar saja, Anda selalu belajar dari yang terbaik. Satu-satunya yang akan saya katakan adalah Valenti benar-benar mengabaikan bola. Dia melihatnya lalu langsung berpaling."
Ya, proses gol kontroversi ke gawang AC Milan tersebut tampaknya meniru gaya sepak pojok Arsenal yang membuat kemelut di muka gawang lawan.
Asisten pelatih AC Milan Landucci mengatakan pihaknya tidak senang dengan hasil tersebut.
"Parma memainkan pertandingan yang luar biasa. Hari ini bola tidak mau masuk. Kami harus fokus untuk bangkit kembali pada pertandingan selanjut nya," kata pria yang menggantikan pelatih AC Milan Massimiliano Allegri yang terkena hukuman tak bisa mendampingi tim akibat kartu merah di laga sebelumnya.
"Kami kecewa karena kami menginginkan tiga poin. Kami telah meraih banyak hasil positif, tetapi sekarang kami harus memulai lagi," ujarnya lagi.
Dia mengingatkan, para pemain AC Milan harus fokus pada tujuan mereka, yaitu kembali ke Liga Champions.
"Malam ini kami mencoba memberikan yang terbaik, tetapi tidak berhasil. kami akan memulai lagi dan fokus pada pertandingan selanjutnya. Ada pertandingan yang memang tidak berjalan sesuai keinginan," tutupnya. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic