Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan Warga Terpapar Campak, Satu Meninggal, Pemkab Bima Tetapkan KLB

M Islamuddin • Senin, 16 Februari 2026 | 15:33 WIB
Wabup Bima Irfan Zubaidy mengikuti Rakor Penanggulangan KLB Campak di ruang rapat Sekda Bima, beberapa hari lalu.
Wabup Bima Irfan Zubaidy mengikuti Rakor Penanggulangan KLB Campak di ruang rapat Sekda Bima, beberapa hari lalu.

LombokPost-Pemkab Bima resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak menyusul lonjakan kasus dalam empat bulan terakhir. Hingga 31 Januari, tercatat 306 kasus campak dengan satu kasus meninggal dunia.

Penetapan status KLB disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan KLB Campak di ruang rapat Sekda Bima, beberapa hari lalu.

“Dengan 306 kasus dan fakta bahwa lebih dari 66 persen penderita adalah anak usia 1 sampai 5 tahun, Pemkab Bima menetapkan status KLB agar langkah-langkah darurat dan penanganan intensif dapat segera dilaksanakan,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bima Fatahullah, beberapa hari lalu.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menunjukkan, mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia balita. Rinciannya, usia di bawah 1 tahun sebanyak 12,42 persen, usia 1-5 tahun mencapai 66,34 persen (kelompok paling rentan), dan usia 6-12 tahun sebesar 15,69 persen.

Wakil Bupati (Wabup) Bima Irfan Zubaidy menegaskan pentingnya peran camat dan kepala puskesmas sebagai garda terdepan penanganan wabah.

“Camat dan Kepala Puskesmas sangat krusial sebagai ujung tombak dalam melakukan edukasi dan memastikan cakupan imunisasi di wilayah masing-masing kembali meningkat, terutama pada kelompok umur yang paling terdampak. Untuk langkah pencegahan selanjutnya akan dilakukan imunisasi massal,” kata Wabup.

Dia menilai wabah campak harus ditangani secara serius karena dapat menimbulkan komplikasi berat, seperti infeksi otak (ensefalitis), gangguan pendengaran, hingga kematian, terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

"Dengan status KLB, pemerintah daerah kini memfokuskan langkah pada percepatan imunisasi, penguatan surveilans, serta edukasi masyarakat guna menekan penyebaran kasus baru," tandasnya.

Editor : Jelo Sangaji
#campak #Pemkab Bima #Bima #KLB Campak