Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Status Gunung Tambora Naik Jadi Waspada, Masyarakat Diminta Tidak Masuk Radius 3 Km

M Islamuddin • Kamis, 12 Maret 2026 | 10:46 WIB

Aktivitas gempa vulkanik gunung Tambora, Kabupaten Dompu, NTB, meningkat. (Dok BTN Tambora)
Aktivitas gempa vulkanik gunung Tambora, Kabupaten Dompu, NTB, meningkat. (Dok BTN Tambora)

LombokPost-Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Status tersebut berlaku mulai pukul 10.00 Wita, Selasa (10/3).

Kepala Balai Pemantauan Gunungapi dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah (BPGMGT) Nusa Tenggara Zakarias Dedu Ghele Raja mengatakan, peningkatan status itu didasarkan pada hasil evaluasi data visual dan instrumental yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik.

“Terutama ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah kejadian kegempaan yang berasosiasi dengan pergerakan magma dari kedalaman menuju kantong magma di bawah tubuh Gunung Tambora,” kata Zakarias, Rabu (11/3).

Berdasarkan data pemantauan, pada Januari 2026 tercatat 267 kejadian gempa vulkanik dalam (VA). Jumlah tersebut meningkat signifikan pada Februari 2026 menjadi 453 kejadian.

Menurut Zakarias, peningkatan gempa vulkanik dalam tersebut mengindikasikan adanya peningkatan tekanan fluida magmatik serta suplai magma dari kedalaman menuju sistem magma yang lebih dangkal di bawah Gunung Tambora.

Sementara itu, pada periode 1–9 Maret 2026 aktivitas seismik masih tercatat cukup intensif. Tercatat sembilan kejadian gempa guguran, 88 gempa vulkanik dalam, 40 gempa tektonik lokal, serta 24 gempa tektonik jauh.

“Dominasi gempa vulkanik dalam menunjukkan proses dinamika magmatik di bawah tubuh gunung api masih berlangsung dan berpotensi memicu peningkatan aktivitas pada periode selanjutnya,” ujarnya.

Secara visual, kondisi puncak gunung api umumnya teramati jelas hingga tertutup kabut, dengan asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan. Suhu udara di sekitar gunung berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kondisi cuaca bervariasi dari cerah hingga hujan.

Seiring kenaikan status tersebut, masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung atau wisatawan diimbau tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Tambora.

Masyarakat juga diminta tidak turun ke dasar kaldera, tidak mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi maupun Doro Afi Bou, serta tidak mendekati lubang-lubang tembusan gas di dasar kaldera.

Selain itu, warga diingatkan mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran batuan pada tebing dan dinding kaldera yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat ketidakstabilan lereng.

Pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar gunung api diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gunung tersebut.

Editor : Jelo Sangaji
#status waspada #Tambora #NTB #Dompu #Gunung Tambora