
LombokPost - Dunia digital tengah berada dalam kewaspadaan tinggi setelah ditemukannya celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP. Bahasa ini merupakan tulang punggung bagi sekitar 70 persen situs web di seluruh dunia.
Firma keamanan siber Wiz Research mengungkapkan bahwa mereka menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk mendeteksi kerentanan yang tersembunyi di dalam kode PHP selama satu dekade terakhir. Penemuan ini memicu kekhawatiran karena AI kini mampu mempercepat identifikasi titik lemah sistem secara masif.
PHP Foundation telah merilis perbaikan sistem pada hari Rabu dan mengeluarkan instruksi tegas bagi para pengelola teknologi informasi di berbagai organisasi. "Jika Anda menjalankan PHP, sangat penting untuk segera melakukan pembaruan sekarang," tegas pihak yayasan tersebut seperti dilansir The Standard.
Langkah pencegahan ini menyebabkan banyak aplikasi dan situs web, mulai dari laman kepolisian Paris hingga pelacak tidur Pokemon, sempat tidak dapat diakses atau dimatikan sementara. Tindakan ini merupakan langkah responsif pengembang untuk melindungi kode mereka sebelum dieksploitasi peretas.
OpenAI menyebut temuan ini sebagai salah satu kerentanan paling berdampak dalam ingatan terkini. Perusahaan tersebut mencatat bahwa peristiwa ini menandai fase baru di mana AI dapat menemukan celah keamanan dengan skala dampak yang luas di internet.
Steve Kerrison, dosen senior keamanan siber di James Cook University kampus Singapura, mengingatkan tentang kecepatan penyebaran risiko. "Masalah dengan alat seperti AI adalah saat informasi terbuka, orang dapat menggunakannya sebagai senjata dengan sangat cepat," ujar Kerrison.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa mematikan situs web tidak selalu berarti situs tersebut telah diretas. Dimitrios Salampasis dari Swinburne University of Technology menyebut langkah tersebut sebagai upaya bertanggung jawab untuk melindungi sistem selama proses pembaruan keamanan berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa teknik peretasan ini telah digunakan secara aktif oleh penyerang. Namun, ancaman tetap nyata bagi pihak yang tidak segera melakukan tambalan keamanan, terutama bagi blog atau situs kecil yang mungkin tidak menyadari adanya celah ini.
Risiko jangka panjang tetap membayangi karena sistem daring sering kali saling terhubung melalui pihak ketiga. Rahat Masood, dosen senior keamanan siber di University of New South Wales, memperingatkan bahwa situs web tetap rentan jika komponen pihak ketiga yang digunakan masih berbasis PHP yang belum diperbarui.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



