LombokPost - Apple baru saja meluncurkan iklan seri iPhone terbaru di sejumlah negara, termasuk di Korea Selatan. Selain memperkenalkan iPhone 17, perhatian publik juga tertuju pada model baru bernama iPhone Air yang hadir dengan desain lebih tipis dibandingkan ponsel Apple sebelumnya.
Namun, bukan hanya desain atau fitur yang menjadi sorotan. Di Korea Selatan, promosi iPhone Air menarik perhatian lebih karena tidak menyertakan satu elemen khas yang terlihat di iklan negara lain, yaitu gestur tangan "????", yang biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang kecil atau tipis.
Baca Juga: Kesepakatan Tarif Bea Indonesia-Amerika Berpotensi Turunkan Harga iPhone
Gestur ini ternyata tidak digunakan di Korea Selatan karena alasan sensitif. Di negeri Ginseng itu, simbol "????" disebut-sebut memiliki konotasi kontroversial, yakni dianggap sebagai simbol feminisme yang secara satir menggambarkan ukuran kecil alat kelamin pria Korea.
Kontroversi ini telah menimbulkan diskusi di media sosial mengenai sensitivitas budaya dan bagaimana perusahaan global seperti Apple menyesuaikan strategi pemasaran mereka di berbagai negara.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Apple mengenai keputusan tersebut. Namun, iklan yang berbeda tersebut menuai perhatian dan menjadi perbincangan hangat di Forum Theqoo, situs forum online Korea tempat netizen Korea mendiskusikan berbagai topik.
Baca Juga: Terjebak di Ketinggian 11 Ribu Kaki, Pendaki Diselamatkan iPhone!
Beragam komentar satir dan candaan membanjiri ruang diskusi. Beberapa di antaranya menyebut, "Mereka mengaku kepada seluruh dunia bahwa mereka memiliki cabai kecil~~~~ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ", "Aigo, semua orang tahu tentang rumor bahwa kalian sensitif soal ukurannya yang kecil,". "Selamat untuk cabai kecil Korea yang berhasil go global ???? ???? ????" dan reaksi lainnya.
Tidak sedikit warganet Korea yang membayangkan bagaimana topik ini bisa menjadi bahan pemberitaan internasional karena dianggap lucu dan ironis.
Baca Juga: Berikut Daftar iPhone yang Masih Layak Dibeli di Tahun 2025, Mulai dari Rp 2 jutaan Saja!
Ungkapan seperti "masalah cabai kecil" hingga "Aigo, bayangkan ini menjadi berita dunia" menjadi bagian dari reaksi kolektif yang menggambarkan cara khas warganet Korea dalam menghadapi isu sensitif dengan humor sarkastik.
Editor : Siti Aeny Maryam