Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sultan Brunei Dijadwalkan Jalani Operasi Akhir Pekan Ini

Lombok Post Online • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:46 WIB

Hassanal Bolkiah
Hassanal Bolkiah
 

LombokPost - Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dijadwalkan menjalani operasi bagian lutut di Jerudong Park Medical Centre, Brunei, pada 18 Januari 2026.

Pengumuman operasi ini disampaikan oleh Kantor Perdana Menteri Brunei di Bandar Seri Begawan.

Menteri di Jabatan Perdana Menteri (JPM) dan Menteri Pertahanan II Halbi bin Haji Mohd. Yussof mengatakan selama menjalani masa perawatan tersebut, Sultan Bolkiah akan istirahat.

“Kehadiran Baginda dalam acara-acara kenegaraan serta resmi akan dibatasi untuk sementara waktu. Walaupun demikian, Baginda akan tetap menjalankan tugas-tugas resmi selama periode tersebut,” ujar Halbi.

Menteri Kesehatan Dr. Awang Haji Mohammad Isham bin Haji Jaafar, menyampaikan, perawatan tersebut merupakan prosedur operasi penggantian sendi lutut kanan atau right total knee replacement.

Tujuannya, mengembalikan fungsi lutut, meningkatkan mobilitas (pergerakan), serta memberikan kenyamanan dan manfaat bagi kesehatan Sultan Bolkiah.

Tindakan ini adalah dampak dari sang Sultan yang sempat terjatuh saat menuruni tangga di sebuah acara wisuda kampus pada Oktober 2025.

Karenanya, operasi dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan mobilitasnya.

Operasi nantinya akan dipimpin oleh pakar bedah ortopedi dari Amerika Serikat profesor Andrew Freiberg, yang berpengalaman dalam bedah penggantian dan rekonstruksi sendi.

Sementara itu, PM Malaysia Anwar Ibrahim mendoakan agar operasi Sultan Brunei Hassanal Bolkiah berjalan lancar dan diberkati kesehatan yang baik.

"Semoga Yang Mulia terus memerintah Brunei Darussalam dengan bijaksana dan penuh pertimbangan," ketik Anwar di akun X milikya. (raf/len/JPG/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#perawatan #amerika #menteri #brunei #rekonstruksi