Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AS Diminta Hati-Hati Pasok Senjata ke Taiwan, Trump Dijadwalkan ke Tiongkok pada April

Lombok Post Online • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:39 WIB

  

Xi Jinping
Xi Jinping
 

LombokPost - Pada Rabu (4/2) Presiden AS Donald Trump melakukan telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Dalam kesempatan itu, Xi menegaskan isu Taiwan merupakan persoalan paling krusial dalam hubungan Tiongkok–Amerika Serikat.

Dalam percakapan tersebut, Xi meminta Washington bersikap hati-hati dalam memasok senjata ke Taiwan.

Xi menekankan bahwa Beijing sangat mementingkan hubungan dengan Amerika Serikat dan berharap kedua negara mampu menemukan jalan keluar atas perbedaan yang ada.

“Amerika Serikat harus menangani isu penjualan senjata ke Taiwan dengan penuh kehati-hatian,” kata Xi, seperti dikutip kantor berita Xinhua.

Xi kembali menegaskan posisi Tiongkok terhadap Taiwan. Menurutnya Taiwan bagian dari wilayahnya.

Menurut dia, Beijing harus menjaga kedaulatan dan keutuhan teritorial negara tersebut.

Tiongkok selama ini menyatakan tekad untuk bersatu kembali dengan Taiwan dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Sementara itu, Trump menggambarkan pembicaraan telepon tersebut sebagai percakapan yang sangat baik serta berlangsung panjang.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut hubungannya dengan Tiongkok, berada dalam kondisi yang sangat baik.

“Kami berdua menyadari betapa pentingnya menjaga hubungan ini tetap seperti itu,” tulis Trump seperti dilansir dari BBC.

Selain Taiwan kedua pemimpin turut membahas perang Rusia–Ukraina, situasi di Iran, serta pembelian minyak dan gas Tiongkok dari Amerika Serikat.

Percakapan terbaru ini berlangsung di tengah intensitas diplomasi Tiongkok dengan negara-negara Barat.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah petinggi Barat mengunjungi Tiongkok guna mereset hubungan dengan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Trump sendiri dijadwalkan berkunjung ke Tiongkok pada April mendatang.

Dia mengaku sangat menantikan kunjungan tersebut. Amerika Serikat selama ini memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Beijing.

Mereka tidak memiliki hubungan dipolomatik dengan Taiwan.

Namun, Washington tetap menjadi sekutu penting Taiwan dan merupakan pemasok senjata terbesar bagi pulau tersebut.

Pada Desember lalu, pemerintahan Trump mengumumkan penjualan senjata ke Taiwan senilai sekitar USD 11 miliar.

Dalam hal ini termasuk peluncur roket canggih, howitzer swagerak, serta berbagai jenis rudal.

Tiongkok menilai langkah itu sebagai upaya mendukung kemerdekaan Taiwan yang berpotensi mendorong situasi berbahaya dan kekerasan di Selat Taiwan.

“Sebagaimana Amerika Serikat memiliki kekhawatiran, Tiongkok juga memiliki kepentingan dan kekhawatirannya sendiri,” ujar Xi kepada Trump.

Beberapa jam sebelum berbicara dengan Trump, Xi juga menggelar pertemuan virtual dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam pertemuan itu, keduanya menegaskan semakin eratnya hubungan antara Beijing dan Moskow. (lyn/len/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#presiden #Amerika Serikat #tiongkok #Taiwan #militer