Angkatan bersenjata Paman Sam dilaporkan harus kehilangan peralatan militer canggih dengan nilai mencapai Rp 33 triliun akibat konfrontasi sengit tersebut.
Angka kerugian yang sangat masif ini menjadi bukti betapa panasnya eskalasi konflik di Timur Tengah saat ini.
Berbagai alutsista yang sebelumnya menjadi simbol kekuatan udara dan laut Amerika kini dikabarkan banyak yang telah hancur dan menjadi rongsokan dalam waktu singkat.
Dikutip dari laporan JawaPos.com via Antara, kerugian senilai Rp 33 triliun ini merupakan akumulasi dari hancurnya berbagai perangkat tempur selama enam hari operasi militer berlangsung.
Situasi ini pun memicu sorotan dunia internasional terhadap kapabilitas pertahanan kedua belah pihak.
Di sisi lain, ketegangan diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat.
Garda Revolusi Iran secara tegas menyatakan bahwa tidak akan membiarkan setiap bentuk kejahatan atau serangan dari pihak Amerika maupun Israel berlalu tanpa adanya balasan yang setimpal.
Hingga saat ini, publik dunia masih menunggu langkah selanjutnya dari Washington, apakah kerugian materiil yang sangat besar ini akan memaksa mereka menarik diri atau justru memicu serangan balasan yang jauh lebih destruktif.
Editor : Marthadi