Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menlu Iran Bikin Geger! Tolak Gencatan Senjata, Sebut Perang “Dipaksakan” oleh AS dan Israel

Kimda Farida • Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:25 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi tegaskan perang bukan keinginan Iran dan menolak gencatan senjata sementara.
Menlu Iran Abbas Araghchi tegaskan perang bukan keinginan Iran dan menolak gencatan senjata sementara.

LombokPost-- Pernyataan tegas datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, yang menolak wacana gencatan senjata dalam konflik yang tengah berlangsung.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa perang yang terjadi bukanlah keinginan Iran, melainkan konflik yang dipaksakan oleh pihak luar.

Dalam wawancara dengan media Jepang Kyodo News, Araghchi menyebut bahwa serangan terhadap Iran terjadi saat negaranya masih dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai agresi ilegal yang tidak dapat dibenarkan.

“Ini bukan perang kami. Ini adalah perang yang dipaksakan kepada kami,” tegasnya.

Menurut Araghchi, langkah yang diambil Iran saat ini murni sebagai bentuk pertahanan diri.

Ia juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersatu mengecam agresi yang disebutnya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Tak hanya itu, Iran juga menaruh harapan besar pada peran Jepang sebagai pihak yang bisa membantu meredakan konflik.

Araghchi mengungkapkan bahwa hubungan Iran dan Jepang selama ini berjalan baik, bahkan komunikasi intens telah dilakukan dengan pejabat tinggi Jepang selama konflik berlangsung.

Namun, sikap Iran terkait gencatan senjata cukup mengejutkan.

Araghchi secara tegas menyatakan bahwa negaranya tidak menginginkan sekadar penghentian sementara konflik.

“Kami tidak mencari gencatan senjata. Kami ingin perang ini berakhir sepenuhnya, secara permanen, dan ada jaminan bahwa situasi ini tidak akan terulang,” ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Gelar Open House Idulfitri 1447 H, Ajak Warga NTB Silaturahmi hingga Sore Hari

Ia juga menambahkan bahwa Iran menuntut adanya kompensasi atas kerugian yang dialami akibat konflik tersebut.

Di sisi lain, meski sejumlah negara disebut tengah berupaya menjadi mediator, Araghchi menilai hingga kini belum ada tanda-tanda keseriusan dari Amerika Serikat untuk menghentikan agresi.

Karena itu, Iran menegaskan akan terus mempertahankan diri selama ancaman masih ada.

Selain isu konflik, Araghchi juga menyampaikan pesan Idulfitri kepada umat Islam di seluruh dunia.

Ia menekankan pentingnya persatuan negara-negara Muslim dalam menghadapi tantangan global serta mengutuk tindakan agresi yang dilakukan oleh pihak asing terhadap dunia Islam.

Pernyataan ini pun langsung menyita perhatian dunia internasional, terutama karena mempertegas posisi Iran yang tidak ingin kompromi setengah jalan dalam konflik yang sedang berlangsung.

 

Editor : Kimda Farida
#gencatan senjata #Amerika Serikat #Abbas Araghchi #menlu iran #perang iran