LombokPost - Kelompok Houthi movement di Yaman menegaskan kesiapan militer mereka di tengah memanasnya konflik regional hingga akhir Maret 2026, dengan sinyal kuat potensi keterlibatan langsung dalam perang Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, yang menegaskan kesiapan pasukannya untuk bertindak.
“Tangan kami berada di pelatuk,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan, menandakan kesiapan untuk intervensi militer, seperti dikutip Sabtu (28/3).
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tensi di jalur strategis global, terutama Laut Merah dan Bab al-Mandeb, yang menjadi jalur vital perdagangan dan energi dunia.
Dalam laporan terbaru, Houthi juga memperingatkan akan bertindak jika wilayah tersebut digunakan untuk menyerang Iran atau sekutunya.
“Kami siap untuk intervensi langsung jika agresi terhadap Iran berlanjut,” demikian peringatan yang disampaikan pihak militer Houthi.
Kelompok ini sebelumnya telah menunjukkan kemampuan menyerang target jarak jauh, termasuk kapal di Laut Merah dan target yang terkait dengan Israel.
Ancaman tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke jalur pelayaran global yang sangat penting bagi distribusi minyak dan perdagangan internasional.
“Kemampuan mereka mengancam jalur pelayaran global meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas,” demikian analisis dalam laporan internasional seperti ditayangkan Reuters.
Meski hingga kini belum secara resmi terlibat penuh dalam perang Iran, Houthi terus mengirimkan sinyal bahwa keterlibatan mereka hanya tinggal menunggu momentum.
“Intervensi hanyalah soal waktu,” demikian pernyataan dari pihak terkait dalam perkembangan terbaru.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin