LombokPost - Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga US$10 juta atau setara Rp 170 Miliar untuk informasi terkait kelompok peretas “Handala”, menyusul serangan siber yang menargetkan pejabat tinggi penegak hukum.
Kasus ini mencuat setelah Federal Bureau of Investigation mengonfirmasi adanya peretasan terhadap email pribadi direktur mereka.
“Aktor jahat telah menargetkan email pribadi Direktur FBI,” demikian pernyataan resmi FBI seperti dikutip dari New York Post, Sabtu (28/3).
Kelompok peretas yang dikenal sebagai “Handala Hack Team” mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan membocorkan data pribadi dan komunikasi lama milik pejabat tersebut.
“Data yang diretas bersifat historis dan tidak mencakup informasi pemerintah,” demikian penjelasan FBI.
Sebagai respons, Departemen Luar Negeri AS melalui program keamanan nasionalnya menawarkan imbalan besar untuk mengungkap identitas kelompok tersebut.
“Hadiah hingga 10 juta dolar ditawarkan untuk informasi tentang kelompok Handala,” demikian keterangan otoritas AS.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, di mana serangan siber menjadi salah satu bentuk balasan yang digunakan.
Kelompok Handala sendiri diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam menargetkan pejabat dan institusi Barat.
“Kelompok ini kerap menargetkan pejabat pemerintah AS,” demikian laporan otoritas keamanan.
Meski tidak menyasar sistem resmi pemerintah, insiden ini tetap memicu kekhawatiran serius terkait keamanan data pribadi pejabat tinggi.
“FBI akan terus memburu pihak yang bertanggung jawab,” demikian penegasan otoritas dalam pernyataan lanjutan.