Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anak Haji Isam Borong Saham KFC Indonesia, Nilainya Tembus Rp54 Miliar!

Alfian Yusni • Rabu, 9 Juli 2025 | 14:24 WIB
Meski harus memangkas karyawan dan menutup gerai, FAST menegaskan KFC tidak akan berhenti berinovasi. (istimewa)
Meski harus memangkas karyawan dan menutup gerai, FAST menegaskan KFC tidak akan berhenti berinovasi. (istimewa)

LombokPost - Pasar modal kembali diguncang aksi korporasi mengejutkan. Anak Haji Isam, Liana Saputri, resmi membeli 15 persen saham KFC Indonesia senilai Rp54,44 miliar melalui perusahaannya, PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN).

Pembelian ini dilakukan dengan mengakuisisi saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), anak usaha pemegang lisensi waralaba KFC Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).

Informasi ini dikonfirmasi dalam keterbukaan informasi yang dirilis FAST pada 2 Juli 2025. Corporate Secretary FAST, J. Dalimin Juwono, menjelaskan bahwa transaksi penjualan saham FAST di JAI ini senilai Rp54.440.100.000.

“Transaksi penjualan saham milik PT Fast Food Indonesia Tbk senilai Rp54.440.100.000 di PT Jagonya Ayam Indonesia,” tulisnya dalam surat bernomor 143/S-EXT/FAST/VII/2025.

Langkah ini mempertegas langkah keluarga Haji Isam memperluas cengkeraman bisnisnya, kali ini masuk ke sektor makanan cepat saji melalui saham KFC Indonesia.

SFN, perusahaan yang baru berdiri pada Desember 2024, kini mencatat langkah strategis dengan membeli 41.877 lembar saham Seri A di JAI, setara 15% kepemilikan.

Menariknya, meski menjual sebagian sahamnya, FAST tetap memegang kendali atas JAI dengan kepemilikan 55%.

Adapun tujuan dari transaksi ini adalah untuk memperkuat permodalan JAI dan mempercepat ekspansi, termasuk pembangunan peternakan ayam terintegrasi berskala besar di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam proyek itu, JAI menyiapkan lahan 8,6 juta meter persegi untuk menciptakan ekosistem rantai pasok ayam dari hulu ke hilir yang sanggup memproduksi 42.000 ton per hari.

Strategi ini dinilai akan memperkuat rantai pasok ayam bagi seluruh gerai KFC di Indonesia.

 

Tak butuh waktu lama, pasar langsung merespons positif aksi anak Haji Isam beli saham KFC Indonesia ini.

Harga saham FAST langsung melonjak 24,46% ke level Rp346 per saham, menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan 2 Juli pukul 11.00 WIB.

Volume transaksi pun membludak hingga 27,37 juta lembar saham, dengan nilai perdagangan mencapai Rp9,12 miliar.

Menurut sejumlah analis pasar, akuisisi ini memberi sentimen positif karena membuka peluang efisiensi biaya produksi ayam dan memperluas kemitraan strategis.

Bagi investor, keterlibatan keluarga Haji Isam di saham KFC Indonesia menciptakan kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan FAST ke depan.

Di balik SFN, terdapat nama-nama yang tak asing di lingkaran bisnis Haji Isam. Liana Saputri tercatat sebagai pemegang saham mayoritas (45%), bersama suaminya Putra Rizky Bustaman (45%), serta Bani Adityasuny Ismiarso (10%).

Dengan akuisisi ini, saham KFC Indonesia bukan sekadar bisnis makanan cepat saji, tapi menjadi bagian dari ekspansi besar-besaran konglomerasi Haji Isam.

Saham FAST kini menjadi salah satu yang menarik diperhatikan di bursa. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Liana Saputri #jagonya ayam #Haji Isam #kfc indonesia #saham