Namanya Agrowisata Petik Jambu Kristal sebuah destinasi yang menawarkan sensasi menjadi petani dadakan di sore hari.
Sejak dibuka pada tahun 2023, lokasi ini nyaris tak pernah sepi. Bau tanah yang segar dan rimbunnya pohon jambu yang berbuah lebat menjadi penyambut setia setiap pengunjung yang datang.
Tak heran, setiap harinya sekitar orang memadati area kebun ini bisa mencapai 200 orang.
Keunikan utama dari tempat ini adalah kebebasan yang diberikan pengelola kepada pengunjung. Warga dari berbagai daerah bisa masuk tanpa dipungut biaya tiket sepeser pun.
Mereka diperbolehkan menyusuri lorong-lorong pohon, memilih, dan memetik langsung buah jambu yang diinginkan dari dahan.
"Masyarakat bisa datang ke sini, petik langsung tanpa biaya masuk. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda," ujar Pengelola Agrowisata Labuapi Mawardi.
Ada tiga jenis jambu yang ditanam di lahan ini, yakni jambu kristal biasa, jambu kristal non-biji, dan buah pita. Keragaman jenis ini membuat pengunjung memiliki banyak pilihan sesuai selera lidah mereka.
Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang hasil petikannya, harganya tergolong sangat miring.
Pengunjung hanya perlu bayar Rp 12 ribu per kilogram. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar swalayan. Apalagi kualitasnya terjamin segar.
Menariknya, Mawardi memberikan standar pelayanan layaknya toko modern. Sebelum dibawa pulang, buah hasil petikan pengunjung akan disortir terlebih dahulu oleh petugasnya. Hal itu untuk memastikan tidak ada yang busuk atau terserang hama.
"Kalau nanti sudah sampai rumah ternyata buahnya rusak, silakan balik lagi ke sini, kami berikan ganti. Kami berikan garansi," tegasnya.
Wisata agro ini bukan sekadar tempat hiburan, tapi juga mesin pencetak Rupiah yang menjanjikan. Mawardi mengungkapkan, omzet per hari yang didapatkan sangat fluktuatif namun menggiurkan.
Di hari biasa, minimal 20 kilogram jambu laku terjual. Namun, saat kunjungan sedang puncaknya, pengunjung bisa memetik hingga dua kuintal jambu dalam sehari.
"Kalau lagi ramai, penjualannya bisa tembus dua kuintal. Cuannya bisa mencapai Rp 2 juta per hari," imbuhnya.
Tak berhenti di jambu kristal, kawasan ini direncanakan akan menjadi pusat agrowisata terintegrasi di Lombok Barat.
Saat ini, sudah tersedia greenhouse yang memproduksi melon premium jenis golden melon dan new lavender. Ini dipanen secara musiman setiap dua hingga tiga bulan sekali.
Selain itu, bibit-bibit pohon lengkeng sudah mulai ditanam di area samping kebun jambu. Sementara sisa lahan lainnya dimanfaatkan untuk tanaman palawija.
Tempat ini pun kini sering digunakan warga sebagai lokasi olahraga pagi dan sore hari.
Editor : Kimda Farida