Namun dirinya tidak patah semangat. Itu justru menuntunnya menemukan tambang emas dari dapur keluarga.
Namanya D’Lael, produk cemilan tradisional yang banyak diminati masyarakat. Bahkan kini sukses menjajaki rak-rak supermarket besar di NTB.
Warga Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Lombok Tengah ini membuktikan, resep kuno yang dikelolanya mampu bersaing di pasar ritel modern.
Langkah Ida dimulai dari keberaniannya menekuni pembuatan stik keju dan keciput, jajanan khas yang sering dibuat ibu dan neneknya.
"Zaman dulu belum banyak motor pribadi. Saya mengantar jajanan pakai angkutan umum dari Praya ke Kota Mataram untuk dititipkan di toko-toko kecil," kenang Ida.
Ketekunannya membuahkan hasil. Melihat pasar yang terbuka lebar di ibu kota provinsi, Ida mulai melakukan inovasi kemasan, beralih dari plastik biasa ke plastik mika.
Langkah strategis ini menjadi kunci masuknya produk D’Lael ke gerai ritel besar seperti Ruby, Niaga, hingga MGM.
Nama "D’Lael" lahir dari sebuah ketidaksengajaan yang bermakna dalam. Saat mengikuti pelatihan dari Dinas Perindag NTB, Ida harus segera menentukan merek dagang karena nama aslinya sudah digunakan pihak lain.
"Tercetuslah D’Lael. Diambil dari nama saya, Ida Laila, dan kata Lail yang berarti sepertiga malam. Ada filosofi doa dan harapan di sana," bebernya.
Tak hanya soal rasa, Ida sadar betul pentingnya identitas visual. Untuk pangsa pasar toko oleh-oleh, ia menyematkan motif Tenun Songket khas Sasak pada kemasannya.
Baca Juga: BTS Tampil Perdana di AS dalam Intimate Show Swimside di Manhattan
Strategi ini terbukti ampuh menarik minat wisatawan yang mencari buah tangan khas Pulau Lombok.
"Kendala utama adalah uang pribadi dan uang usaha yang masih bercampur. Ini yang terus saya pelajari untuk dibenahi," tuturnya jujur.
Saat ini, kapasitas produksi D’Lael masih dalam skala industri rumah tangga, yakni sekitar dua kilogram per hari.
Namun, Ida memiliki visi besar untuk masa depan usahanya. "Harapan saya, jajanan tradisional ini suatu saat bisa merambah pasar internasional," pungkas Ida.
Editor : Kimda Farida