Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banzai Mataram Japan Community: Bukan Banzai yang Menyeramkan, Tapi ...

Miq Ade • Selasa, 17 Oktober 2023 | 09:25 WIB
Anggota Banzai Mataram Japan Community dalam project cosplay Anime Chainsaw Man.
Anggota Banzai Mataram Japan Community dalam project cosplay Anime Chainsaw Man.
 
Mendengar kata "banzai" bagi sebagai orang yang tergambar adalah perang. Terutama yang pernah membaca sejarah kekaisaran Jepang. Lalu apa kaitannya Banzai di Kota Mataram ini dengan sejarah di perang dunia ke II itu? 
 
LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram 
 
KENSHIN Himura dalam film Rurouni Kenshin atau lebih populer disebut Samurai X atau Naruto dalam serial anime ninja dari Desa terselubung Konoha. Cukup dengan menyebut dua karakter legendaris asal negeri matahari terbit Jepang ini, mampu membangkitkan rasa 'sefrekwensi' dengan orang-orang yang mencintai budaya Jepang.  
 
Belum lagi kalau menyebut Monkey D Luffy dari serial anime One Piece. "Kita ada divisi Cosplay untuk mewadahi teman-teman yang menyukai karakter tertentu dari hasil karya seniman Jepang," kata Nanda, kemarin (16/10).
 
Tapi sebelum bicara banyak tentang para Cosplayer Jepang asal Lombok ini, ada baiknya bicara tentang organisasi mereka. Nama lengkap Nanda adalah I Made Widya Jayananda. Ia adalah ketua dari organisasi Banzai Mataram Japan Community. 
 
Saat menceritakan tentang Banzai, komunikasi dengan penulis melalui sambungan selular. "Saya masih di Bali kak," jelasnya menceritakan alasan tidak bisa bertatap muka langsung. 
 
Nanda mengatakan organisasi yang dinakhodainya adalah sekumpulan orang yang mencintai semua sisi tentang Jepang. "Pecinta Jejepangan, mulai dari bahasa hingga kebudayaannya," tutur remaja lulusan Universitas Pendidikan Ganesha, Bali ini. 
 
Pria yang kini telah berusia 24 tahun itu mewarisi jabatan ketua dari para seniornya. Ia membawahi sekitar 700-an anggota. "Sedangkan anggota aktif sebanyak 200 anggota," tuturnya. 
 
Jumlah yang relatif tidak sedikit. Menghimpun banyak orang -- notabene remaja -- dengan tingkat ego yang tinggi dan menyala-nyala. Apalagi bila melihat usia organisasi yang telah 15 tahun eksis. Tidak mudah. 
 
"Komunitas ini terbentuk tanggal 26 September 2008," tuturnya. 
 
Berawal dari pertemuan empat orang. Mereka adalah para pecinta budaya Jepang. Berkeyakinan banyak masyarakat Lombok yang cinta pada budaya Jepang, mereka bertekad menghimpun dalam satu wadah organisasi. 
 
"Empat orang itu adalah Hitoshura, Misa, Momo, dan Wind mereka adalah penggila kebudayaan Jepang, diskusi pada malam hari di antara derasnya hujan Kota Mataram. Dari pertemuan itu disepakati komunitas ini dinamakan Banzai 万歳 Mataram Japan Community," kisahnya. 
 
Tanggal pertemuan keempat pioneer itu disahkan sebagai hari kelahiran komunitas Jepang pertama di Mataram dan juga NTB ini. Namun sekalipun Nanda menceritakan kelahiran Banzai begitu dramatis dengan hujan lebat disertai petir, jangan bayangkan Banzai serupa organisasi gangster serupa Yakuza. Bukan. 
 
Visi mereka bukan tawuran.  Bukan pula gontok-gontokan. Mereka bukan pula sekumpulan geng sekolahan yang gemar baku pukul seperti di Suzuran dalam film Crow Zero. Mereka menyukai perdamaian dan cinta. Visinya pendidikan.
 
"Kita mempelajari budaya Jepang," tuturnya seraya tertawa ringan.
 
Organisasi ini diharapkan dapat merangkul para pencinta Jepang di Mataram dan NTB. Mewujudkan sebuah komunitas impian sebagai media penyaluran minat, bakat, dan hobi tentang perjepangan. "Banzai memiliki arti sebagai tindakan yang mengekspresikan kegembiraan dan perayaan," ujarnya. 
 
Ini adalah makna yang dipilih para anggota Banzai Mataram Japan Community. Tetapi dari segi istilah, Banzai memang lebih populer dengan peristiwa pertempuran. Maknanya condong heroik kalau tidak ingin disebut mengerikan.
 
Banzai populer dengan serangan banzai yang berasal dari seruan perang Jepang. Ini adalah istilah yang diterapkan pada saat Perang Dunia II oleh pasukan Sekutu pada serangan gelombang manusia yang dipimpin oleh pasukan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.
 
Istilah banzai berasal dari seruan "Tennō Heika Banzai" atau 天皇陛下萬歲, "Yang Mulia Kaisar!". Di Jepang, istilah gyokusai (玉砕 atau mati terhormat, secara literal bermakna "permata yang pecah". Lebih sering digunakan oleh Naikaku Johōkyoku atau Kabinet Biro Informasi dan media massa rezim Kekaisaran Jepang.
 
Serangan ini biasanya dilakukan sebagai serangan bunuh diri. Menghindari kekalahan dan ketidakhormatan. Sebagai usaha terakhir meningkatkan probabilitas kemenangan melawan pasukan Sekutu yang jumlahnya lebih besar.
 
Tapi sekali lagi Banzai ini bukanlah Banzai yang heroik itu. Ini adalah Banzai yang menyukai kemajuan peradaban dan karya seni Jepang. 
 
"Ketua pertama itu adalah Hitoshura, kalau saya adalah penerus ketua dari tahun 2022," kisahnya. 
 
Hitoshura, Misa, Momo, dan Wind adalah nama populer pendiri. "Itu bukan nama asli," jelasnya. (Bersambung
 
Editor : Rury Anjas Andita
#bahasa #Banzai #cosplay #budaya #Mataram #jepang #anime #Lombok