Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nol Kasus DBD di 14 Puskesmas di Lobar, Kadikes Ingatkan PSN Jangan Kendor

Sanchia Vaneka • Senin, 5 Agustus 2024 | 10:21 WIB
KOORDINASI: Pj Bupati Lobar Ilham didampingi Kepala Dikes Lobar saat melakukan evaluasi lintas sektor untuk pengendalian KLB DBD Lobar, beberapa waktu lalu. (Chia/Lombok Post)
KOORDINASI: Pj Bupati Lobar Ilham didampingi Kepala Dikes Lobar saat melakukan evaluasi lintas sektor untuk pengendalian KLB DBD Lobar, beberapa waktu lalu. (Chia/Lombok Post)

LombokPost--Temuan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Lombok Barat sudah mulai menurun.

Dari 20 puskesmas yang ada di Lobar, 14 diantaranya sudah tercatat nol temuan kasus DBD. 

”Sedangkan sisanya enam puskesmas masih ada temuan, namun tidak signifikan,” kata Kepala Dikes Lobar Arief Suryawirawan akhir pekan lalu. 

Arief merincikan puskesmas dengan nol kasus DBD yakni Puskesmas Banyumulek, Dasan Tapen, Eyat Mayang, Gerung, Gunungsari, Jakem, Kediri, Lingsar, Meninting, Narmada, Pelangan, Penimbung, Sedau dan Sesela. Sedangkan terdapat enam puskesmas yang masih ditemukan kasus DBD, diantaranya Puskesmas Sigerongan, Perampuan, Kuripan, Labuapi, Sekotong dan Suranadi. 

Untuk puskesmas yang masih memilik temuan kasus DBD agar berkoordinasi dengan desa maupun kecamatan untuk sama-sama menggencarkan PSN.

Sementara puskesmas yang nol temuan diminta untuk mempertahankan. 

”Terkait logistik penanganan di back up Pemkab maupun Pusat melalui Kemenkes. Abate terus kita kasih,” terangnya.

Menurut Arief, pada pekan pertama Juli sempat mencapai 10 kasus. Kemudian turun menjadi tujuh kasus pada pekan kedua.

Namun naik lagi kasus baru pada pekan ketiga mencapai 16 kasus. Kemudian turun pada pekan terakhir menjadi sembilan kasus. 

”Kalau melihat angka kasus bulanan, dari Mei kasus sempat tinggi mencapai 207 kasus. Kemudian turun signifikan pada Juni hingga 137 kasus dan turun lagi Juli  menjadi 42 kasus,” jelasnya. 

Dari hasil evaluasi tercatat, selama dua bulan terakhir kasus DBD terus menurun di Lobar. Dengan target untuk dapat bebas dari status KLB DBD, Lobar harus menekan angka kasus hingga dibawah lima per pekan. 

Hingga akhir Juli lalu sesuai dengan epidemiologinya, penyebaran kasus DBD sudah mulai terkendali. Dalam artian, warga sudah tak terlalu resah. 

”Kita sedang cari momen untuk mencabut KLB DBD. Semoga dengan hasil pertemuan kemarin dan arahan pak pj bupati mengajak semua camat, kapus untuk intensifikan lagi PSN,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan gerakan PSN mulai lengah dilakukan. Sebab bersamaan dengan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio serentak.

Dengan itu, mengantisipasi kenaikan kembali kasus DBD, pj bupati meminta untuk menggalakkan kembali PSN tersebut.

”Mudahan bisa setelah selesai tahap kedua polio di bulan ini bisa dicabut KLB. Mudah-mudahan 10 hari kedepan bisa turun lagi kasusnya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Puskesman Kediri Sahruji mengatakan masih tetap melakukan gerakan PSN untuk menekan angka kasus DBD.

Meski di Kecamatan Kediri diakuinya tidak menjadi kecamatan penyumbang kasus untuk DBD ini.

 ”Seminggu setelah dilakukan PSN serentak itu angka kami hanya lima,” tandasnya. (chi/r12) 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#DBD #Dikes Lobar