LombokPost — Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Gerung belakangan ini menuai sorotan.
Antrean panjang di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga penumpukan di loket apotek menjadi pemandangan yang dikeluhkan masyarakat.
Kondisi ini disinyalir merupakan dampak dari pengurangan ratusan tenaga honorer yang tidak terdata dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 31 Desember lalu. Menyikapi hal tersebut, Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Tripat Gerung angkat bicara.
Ketua Dewas RSUD Tripat Gerung Lalu Sajim Sastrawan membenarkan adanya penurunan kualitas pelayanan akibat kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM).
Dari kalkulasinya, penurunan efektivitas pelayanan diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen.
"Pasca 31 Desember lalu, kontrak para pekerja honorer yang tidak terdaftar di database pusat memang berakhir. Ada ratusan orang. Hal ini berdampak langsung pada pelayanan rumah sakit, terjadi penumpukan dan persoalan layanan," ungkap Lalu Sajim saat dikonfirmasi Lombok Post.
Mantan birokrat senior ini tidak menampik keluhan yang disampaikan oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Barat saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) Rabu (25/3) lalu.
Menurutnya, keluhan masyarakat terkait lambatnya pelayanan di IGD, farmasi, hingga sistem antrean adalah fakta riil di lapangan yang harus segera dicarikan jalan keluar.
Guna mengurai benang kusut tersebut, pihak manajemen RSUD Tripat bersama Dewan Pengawas telah merumuskan langkah taktis.
Mereka sepakat untuk membuka rekrutmen tenaga kerja baru guna mengisi pos-pos pelayanan yang pincang.
Lalu Sajim menjelaskan, pihak manajemen telah mengantongi izin dari Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini untuk melakukan rekrutmen terbatas.
Langkah ini diambil agar tidak melanggar aturan tata kelola kepegawaian daerah, namun tetap bisa menyelamatkan pelayanan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Manajemen memohon izin kepada Bupati Lombok Barat sebagai pemilik untuk diberikan izin melakukan rekrutmen terbatas terhadap tenaga-tenaga yang dirasa sangat kurang. Pak Bupati sudah setuju, dan sekarang sudah dibentuk panitia untuk melaksanakan rekrutmen itu," bebernya.
Rekrutmen ini dijadwalkan mulai bergulir pada tanggal 1 April mendatang.
Berbeda dengan kondisi sebelumnya, rekrutmen kali ini murni berbasis kebutuhan riil rumah sakit untuk menambal kekosongan di unit-unit vital.
Sajim merinci, formasi yang dibuka menyasar tenaga kesehatan (nakes) dan penunjang medis.
Di antaranya tenaga farmasi, apoteker, asisten apoteker, boga, tenaga keperawatan, hingga petugas pelayanan darah.
Jumlah yang akan direkrut diproyeksikan berada di bawah angka 100 orang.
"Ini berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, bukan lagi ratusan (200 lebih) seperti jumlah yang diberhentikan kemarin. Jumlahnya di bawah 100 orang dari berbagai keahlian yang dibutuhkan rumah sakit," tegasnya.
Pihak Dewas berharap rekrutmen terbuka dan terbatas ini bisa menjadi oase bagi manajemen RSUD Tripat untuk mengembalikan performa pelayanan prima kepada masyarakat Lombok Barat.
Dewan Pengawas RSUD Tripat lainnya Rasinah Abdul Igit punya pandangan berbeda.
Dia menilai pelayanan rumah sakit berjalan seperti biasa, baik waktu kelebihan jumlah pegawai maupun setelah pemangkasan pegawai.
Namun dia mengakui ada beberapa problem di RSUD Tripat yang tengah ditangani oleh Pemda.
Masalah ini menurutnya adalah warisan pemerintahan sebelumnya.
Publik diminta mendukung upaya perbaikan menyeluruh yang tengah dilakukan oleh Bupati Lalu Ahmad Zaini.
"Jadi kalau menilai ada terlihat antrean atau penumpukan akibat pengurangan pegawai semata, ya itu salah besar. Dulu waktu kelebihan pegawai, keluhan seperti sekarang ini ada. Sekarang pun ada," ungkapnya.
Dia menjelaskan secara terbuka bahwa RSUD Tripat punya beberapa problem yang harus ditangani secara serius, dan itu tengah dilakukan oleh Bupati LAZ.
Problemnya tidak hanya soal jumlah pegawai, tapi juga hal lain menyangkut tata kelola keuangan, manajemen, dan lain-lain.
Namun dia juga mendukung RSUD Tripat akan merekrut pegawai baru tenaga kesehatan.
"Tetapi rekrutmen akan dilakukan profesional dan terbuka. Semua punya kesempatan yang sama untuk ikut," ucapnya.
Editor : Kimda Farida