LombokPost- Diet sering kali berakhir di tengah jalan karena banyak orang menginginkan hasil secara instan.
Advertisement
Padahal, keberhasilan diet sehat bukan sekadar soal seberapa cepat berat badan turun. Konsistensi menjalankan pola hidup sehat justru menjadi kunci untuk menjaga hasilnya dalam jangka panjang.
Akademisi Pendidikan Jasmani dan Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Baiq Satrianingsih menilai kegagalan diet tidak selalu disebabkan kurangnya niat atau kedisiplinan.
Advertisement
Keinginan mendapatkan hasil cepat tanpa diimbangi perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi.
Menurutnya, banyak orang terlalu berfokus pada angka timbangan. Padahal, diet sehat juga berkaitan dengan kebugaran, kualitas asupan gizi, serta kebiasaan hidup yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
"Karena itu, menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan melalui diet ekstrem. Perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan istirahat perlu berjalan seimbang agar upaya menjaga kesehatan tidak berhenti setelah target berat badan tercapai,” ujar perempuan bergelar doktor itu.
Pola hidup sehat menjadi fondasi utama dalam menjalankan diet. Masyarakat tidak perlu menerapkan aturan makan yang terlalu ketat atau menahan lapar secara berlebihan untuk mendapatkan hasil.
Cara menurunkan berat badan secara sehat dapat dimulai dengan mengatur porsi makan, memperhatikan kualitas gizi, membatasi konsumsi gula berlebihan, serta membiasakan aktivitas fisik.
Pola makan seimbang juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
Diet sehat membutuhkan konsistensi. Penurunan berat badan secara bertahap dengan kebiasaan yang berkelanjutan lebih layak dijadikan tujuan dibandingkan mengejar perubahan drastis dalam waktu singkat.
Dengan demikian, keberhasilan diet tidak semata-mata diukur dari angka timbangan. Kemampuan mempertahankan pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.
Selain pola makan, olahraga berperan penting dalam mendukung kebugaran dan proses penurunan berat badan.
Namun, olahraga untuk menurunkan berat badan tidak harus selalu berat atau dilakukan di pusat kebugaran.
Aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan justru lebih mudah dijalankan secara rutin.
Jalan cepat, bersepeda, berenang, senam aerobik, dan joging bisa menjadi pilihan aktivitas aerobik.
“Jalan cepat, bersepeda, berenang, senam aerobik, dan jogging dapat menjadi pilihan aktivitas aerobik. Latihan kekuatan juga penting untuk membantu mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan,” terang dosen yang akrab disapa Nining itu.
Nining menjelaskan, rekomendasi umum bagi orang dewasa adalah melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu, disertai latihan penguatan otot minimal dua kali seminggu.
Bagi pemula, aktivitas fisik dapat dimulai dari durasi yang lebih singkat. Intensitas dan durasinya kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
“Konsistensi menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan berat badan. Olahraga yang dilakukan secara rutin dan realistis lebih mudah menjadi kebiasaan dibandingkan aktivitas berat yang sulit dipertahankan,” ujarnya.