Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Bahan Pokok Fluktuatif Jelang Ramadan

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 


Advertisement

Harga bahan pokok di mataram fluktuatif jelang ramadhan
Harga bahan pokok di mataram fluktuatif jelang ramadhan


LombokPost
– Masyarakat Kota Mataram diminta tetap tenang namun waspada terhadap pergerakan harga bahan pokok (bapok) menjelang bulan suci Ramadan.

Cuaca ekstrem dan tingginya permintaan pasar membuat tren harga sejumlah komoditas di pasar-pasar tradisional kini menjadi fluktuatif atau naik-turun secara tidak menentu.

Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida mengungkapkan, pihaknya tengah memperketat pemantauan di lapangan.

Advertisement

Berdasarkan hasil turun lapangan (turlap) di beberapa titik seperti Pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika, fluktuasi harga paling mencolok terjadi pada bumbu dapur dan telur.

“Kita lihat harga bapok terutama cabai, bawang, dan tomat itu memang sangat fluktuatif. Contohnya cabai rawit, hari Senin sempat di harga Rp40 ribu per kilogram, Selasa naik ke Rp45 ribu, dan sekarang turun lagi di angka Rp43 ribu,” kata Nida. 

Advertisement

Nida menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem di puncak musim hujan menjadi kendala utama dalam rantai distribusi.

Tingginya intensitas hujan menghambat proses panen dan pengiriman dari tingkat petani ke pasar-pasar di Mataram.

Selain cabai, bawang merah juga mengalami nasib serupa, sempat di harga Rp38 ribu kemudian turun ke Rp 35 ribu, dan kini merangkak naik ke posisi Rp36 ribu per kilogram.

“Kenaikannya memang tidak terlalu signifikan, tapi pergerakannya harian. Ini yang terus kami antisipasi agar tidak terjadi lonjakan tajam mengingat sebentar lagi masuk bulan puasa,” tambahnya.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian serius Disdag adalah telur ayam. Saat ini, harga telur masih tertahan di angka yang cukup tinggi, yakni berkisar antara Rp 57 ribu hingga Rp 60 ribu per krat untuk ukuran besar.

Nida menyebutkan, permintaan telur dipastikan akan memuncak saat Ramadan karena menjadi bahan utama kebutuhan sahur dan berbuka.

Untuk menekan harga, Disdag Mataram berencana menggelar aksi kolaboratif melalui program Pasar Keliling dan pasar rakyat mulai tanggal 12 pekan depan. 

“Kami sudah koordinasi dengan distributor. Kami sisir dulu area dengan harga yang masih tidak stabil, baik itu telur maupun MinyakKita,” jelasnya.

Terkait MinyakKita yang sering menjadi primadona masyarakat, Disdag juga tengah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan stok tidak langka.

Nida menekankan pentingnya ketersediaan stok agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat.

Berbeda dengan bumbu dapur, harga daging ayam boiler justru menunjukkan tren penurunan. Dari harga sebelumnya yang konsisten di atas Rp 40 ribu per kilogram, kini stabil di angka Rp 38 ribu per kilogram.

Hal ini mengindikasikan ketersediaan stok ayam di tingkat peternak mulai melimpah.

Sementara itu, untuk komoditas beras, Disdag menjamin stok dalam kondisi aman. Pengetatan Harga Eceran Tertinggi (HET) di ritel-ritel modern juga terus dipantau oleh Satgas Pangan. 

“Setiap hari kami laksanakan pemantauan. Semua ritel tidak boleh menjual melebihi HET yang ditetapkan. Untuk beras dan daging, stok kita relatif aman,” tegasnya.

Terakhir, Nida memastikan pemerintah akan terus mengawal stabilitas harga hingga Idul Fitri tiba. Upaya intervensi melalui pasar murah dan operasi pasar akan dilakukan secara intensif jika harga di pasar tradisional mulai sulit dikendalikan.

“Ramadan tinggal satu bulan setengah lagi. Tugas kami adalah memastikan bahan pokok tersedia dan harganya tetap terjangkau oleh masyarakat,” pungkasnya.

 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Korwil SPPG Dicopot Karena Abaikan Aturan Acuan, Pembelian dari Peternak Tetap Rp 26.500 Per Kg

Korwil SPPG Dicopot Karena Abaikan Aturan Acuan, Pembelian dari Peternak Tetap Rp 26.500 Per Kg

Harga telur anjlok akibat libur MBG. Kementan memastikan pembelian telur dari peternak tetap Rp26.500 per kilogram.

MBG Libur, Harga Telur dan Daging Ayam Turun

MBG Libur, Harga Telur dan Daging Ayam Turun

Berhentinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah menurunkan harga sejumlah bahan pokok di Lombok Timur, terutama telur

Manfaatkan Sampah Organik Tempah Dedoro, Distan Mataram Perluas Kebun Cabai Pagutan

Manfaatkan Sampah Organik Tempah Dedoro, Distan Mataram Perluas Kebun Cabai Pagutan

Distan Mataram memperluas kebun cabai di Pagutan menjadi 2.900 meter persegi untuk meningkatkan produksi dan membantu menekan gejolak harga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer