Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keluhan MBG Muncul, Sekolah Diberi Ruang Ganti Dapur

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 


Advertisement

Request menu MBG
Request menu MBG
 

LombokPost – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram memberikan sinyal lampu hijau bagi sekolah atau penerima manfaat yang merasa tidak puas dengan layanan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika kualitas makanan yang didistribusikan terus bermasalah atau tidak layak, sekolah memiliki ruang untuk mendokumentasikan keluhan dan mengajukan perpindahan ke dapur lain. 

“Kalau masyarakat atau pihak sekolah merasa tidak mau lagi menjadi bagian dari dapur tersebut karena kualitasnya, saya kira bisa saja. Silakan didokumentasikan keberatannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan.  

Advertisement

Emirald mengungkapkan, pihaknya sangat terbuka menerima segala bentuk laporan terkait kendala kesehatan maupun teknis dalam pelaksanaan MBG. 

“Namun, keputusan final untuk pindah atau mengganti dapur itu ada di BGN sebagai pemilik kewenangan,” ujarnya. 

Advertisement

Pihaknya menegaskan fungsi Dikes saat ini adalah melakukan pengawasan pada aspek Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) yang mencakup proses dan sarana prasarana di dapur produksi. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 40-an dapur atau SPPG yang beroperasi di wilayah Kota Mataram. 

“Tapi, SLHS tidak berkaitan dengan produknya tetapi proses-prosesnya dan sarana-prasarana yang ada di sana. Makanya kita harus melihat tidak bisa tutup mata  istilahnya kacamata kuda melihat kasus, karena SLAS tidak seperti itu,” jelasnya. 

Dikes mengakui telah menerima berbagai laporan mengenai dinamika program ini, terutama selama bulan suci Ramadan di mana skema pemberian makanan yang berubah. Perubahan jadwal ini diakui memicu potensi penurunan kualitas jika tidak dikelola dengan manajemen yang ketat.

Terkait temuan kasus makanan yang diduga tidak layak, Emirald menyatakan telah berkoordinasi secara intensif dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN dan SPPG terkait. Meski komunikasi sejauh ini masih bersifat koordinatif melalui grup WhatsApp, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah lebih tegas jika pelanggaran terjadi secara berulang dan fatal. 

“Kami siap membahas itu dengan BGN. Jika memang tingkat fatalitasnya tinggi dan terus berulang, kami siap memberikan rekomendasi untuk ditutup sementara sampai kualitasnya benar-benar bagus,”tegasnya.

Namun, ia menggarisbawahi, hingga saat ini Dikes belum mengeluarkan rekomendasi penutupan secara tertulis. Hal itu dikarenakan pihak pengelola dapur dinilai masih kooperatif dalam melakukan perbaikan setiap kali mendapatkan teguran atau evaluasi di lapangan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dapur MBG Diklaim Dapat Tekan Pengangguran di Kota Mataram

Dapur MBG Diklaim Dapat Tekan Pengangguran di Kota Mataram

tetapi juga berpotensi besar dalam menekan angka pengangguran terbuka serta menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan di daerah.

Sinergi SPPG Karang Bongkot dan PIC Sekolah, Kunci Sukses Program MBG di Lombok Barat

Sinergi SPPG Karang Bongkot dan PIC Sekolah, Kunci Sukses Program MBG di Lombok Barat

Di bawah naungan Yayasan Batu Emas, SPPG Karang Bongkot bangun model kerja kolaboratif bersama para PIC di setiap sekolah penerima manfaat.

Tak Semua SPPG Terapkan MBG Prasmanan, Tunggu Kesiapan Fasilitas

Tak Semua SPPG Terapkan MBG Prasmanan, Tunggu Kesiapan Fasilitas

BGN menguji sistem prasmanan MBG di NTB untuk menyajikan makanan lebih segar, menekan sisa makanan, dan meningkatkan pengalaman edukatif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer