Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Mataram Siapkan Perwal Program Lima Hari Sekolah

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

Anak pulang sekolah
Anak pulang sekolah


Advertisement

 

LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bergerak cepat menyusun kebijakan lima hari sekolah.

Setelah melalui fase uji coba yang dinilai sukses, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, memastikan saat ini pemerintah tengah menyusun regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai landasan hukum permanen.

Advertisement

“Hasil evaluasi selama masa uji coba menunjukkan sekolah-sekolah sudah berjalan secara adaptif. Bahkan, kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari para orang tua siswa,” kata Mohan. 

Langkah ini diambil menyusul hasil evaluasi positif di lapangan.

Berdasarkan laporan yang diterima, seluruh satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di bawah naungan Pemkot telah mampu beradaptasi dengan ritme kerja baru tersebut.

Mohan menegaskan, keberadaan Perwal sangat penting agar pelaksanaan kebijakan tidak lagi sekadar eksperimen, melainkan memiliki payung hukum yang kuat dan resmi. Ia menargetkan aturan baru ini akan mulai efektif berlaku secara menyeluruh pada tahun ajaran baru 2026/2027 mendatang.

“Kita buatkan payung hukumnya agar pelaksanaan di lapangan memiliki dasar yang lebih kuat lagi,” tegasnya.

Untuk diketahui, uji coba lima hari sekolah di Kota Mataram telah dimulai sejak 12 Januari 2026.

Selama hampir dua bulan berjalan, kebijakan ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap pola interaksi siswa.

Mohan menilai, durasi sekolah yang dipadatkan menjadi lima hari memiliki manfaat jangka panjang bagi tumbuh kembang anak serta keharmonisan hubungan di dalam keluarga.

Pemkot berambisi meningkatkan kualitas waktu luang siswa.

Dengan libur di hari Sabtu dan Minggu, siswa diharapkan memiliki waktu berkualitas bersama orang tua serta waktu istirahat yang cukup sebelum memulai pekan pembelajaran berikutnya.

Dengan itu, Mohan secara tegas menginstruksikan kepada para tenaga pendidik untuk meninjau ulang pemberian tugas mandiri.

Mohan mengimbau para guru untuk tidak lagi memberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada peserta didik.

"Kami berharap guru bisa menuntaskan materi pelajaran saat jam belajar di sekolah. Setelah penerapan lima hari sekolah, kami imbau guru tidak lagi membebani siswa dengan PR,” katanya.

Harapannya, akhir pekan benar-benar menjadi waktu bagi anak-anak untuk beristirahat total atau melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf mengatakan sudah melaporkan hasil uji coba dari program lima hari sekolah. Setelah itu akan diusulkan peraturan wali kota. 

“Ya semoga aja semakin baik,” katanya. 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kebijakan Lima Hari Sekolah di Mataram Resmi Berlaku

Kebijakan Lima Hari Sekolah di Mataram Resmi Berlaku

Disdik) Kota Mataram secara resmi memberlakukan kebijakan lima hari belajar bagi seluruh satuan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) SMP

Siasat Kucing-Kucingan Pajak Kos Elite

Siasat Kucing-Kucingan Pajak Kos Elite

Praktik pemutaran akal untuk menghindari pajak daerah disinyalir kian marak dilakukan para pemilik kos-kosan elite di Kota Mataram.

Puluhan Perda Pemkot Mataram Belum Miliki Perwal

Puluhan Perda Pemkot Mataram Belum Miliki Perwal

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menaruh atensi terhadap puluhan Peraturan Daerah (Perda) yang mandek tanpa kejelasan eksekusi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer