Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kantor Wali Kota Mataram Konsep Modern dan Sentuhan Motif Tenun Subahnale

Sanchia Vaneka • Minggu, 11 Januari 2026 | 11:05 WIB
Tampak dari luar bangunan Kantor Wali Kota Mataram yang baru yang berada di kawasan Jempong, Kota Mataram.
Tampak dari luar bangunan Kantor Wali Kota Mataram yang baru yang berada di kawasan Jempong, Kota Mataram.

LombokPost– Wajah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berbeda dengan gedung pemerintahan pada umumnya di NTB yang identik dengan simbol lumbung.

Pembangunan Kantor Wali Kota Mataram kini menonjolkan motif kain tenun Subahnale sebagai ciri khas utama pada desain arsitekturnya.

Pemilihan desain ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan kesan modernitas tanpa melupakan akar budaya suku Sasak.

Konsultan Perencanaan Kantor Wali Kota Mataram, Faqihi, menjelaskan bahwa penggunaan konsep lumbung sudah sangat masif ditemukan pada berbagai bangunan publik, seperti Kantor Gubernur NTB hingga gedung institusi penegak hukum.


"Kami ingin mengambil sisi lain dari ciri khas Sasak. Jika gedung pemerintahan lain sudah banyak menggunakan lumbung, maka khusus untuk kantor Wali Kota Mataram ini, kami buat kemasannya lebih modern dan berbeda," ujar Faqihi.


Salah satu poin utama dalam desain ini adalah penerapan motif Subahnale pada bagian fasad (wajah) bangunan.

Lokasi pemasangan motif ini dipilih secara strategis agar mudah terlihat oleh masyarakat luas, sehingga memperkuat identitas bangunan tersebut.

Beberapa poin keunggulan desain baru ini antara lain:
* Sentuhan Modern: Menggunakan material dan bentuk bangunan yang mencerminkan kota metropolitan.
* Keunikan Lokal: Motif Subahnale dipasang di hampir setiap sudut luar bangunan sebagai penegas akar budaya.
* Ikon Kota: Menjadi pembeda yang jelas antara gedung pemerintahan kota dengan instansi lainnya di NTB.

“Ini menjadi pembeda sekaligus penegasan bahwa meskipun tampilannya modern, akar budayanya tetap kuat,” jelas Faqihi menambahkan.

Sebagai pusat pemerintahan sekaligus Ibu Kota NTB, Mataram dituntut untuk tampil lebih segar.

Faqihi menegaskan bahwa bangunan ini harus mampu merepresentasikan kemajuan zaman namun tetap membumi.

“Kita ingin Mataram tampil berbeda. Sesuai fungsinya sebagai Ibu Kota, tampilannya harus menonjolkan sisi modernitas tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang kita miliki,” tandasnya.

Dengan kehadiran gedung ini, diharapkan masyarakat Mataram memiliki ikon baru yang membanggakan sekaligus menjadi simbol kebangkitan estetika arsitektur lokal yang lebih variatif di Nusa Tenggara Barat.

Editor : Kimda Farida
#Kantor Wali Kota #adat sasak #Mataram #NTB