LombokPost – Semangat berbagi dan mendekatkan diri kepada Alquran mewarnai penghujung bulan suci Ramadan di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Kota Mataram.
Kegiatan hari terakhir Majelis Badruttamam Ponpes Darul Falah Kota Mataram menggelar serangkaian kegiatan religius dan sosial yang melibatkan ribuan peserta. Penutup Majelis Badruttamam digelar dihalaman ponpes Darul Falah Pagutan, Minggu (15/3). bertepatan dengan 25 ramadan 1447 Hijriyah.
Berbeda dengan penutupan majelis pada umumnya, Ponpes Darul Falah tahun ini menghadirkan Khatam Challenge. Program ini merupakan ajakan bagi para santri dan jamaah untuk menyelesaikan bacaan Alquran secara kolektif maupun mandiri dalam target waktu satu kali 24 jam.
"Khatam Challenge ini diikuti ribuan santri dan santri pondok lainnya dan jamaah pada umumnya," Ungkap Buya TGH. Muammar Arafat SH.MH. pimpinan Ponpes Darul Falah Pagutan.
Ia memaparkan tantangan ini bertujuan untuk membiasakan interaksi harian yang intens dengan Al-Quran. "Kami ingin Alquran tidak hanya dibaca saat ada acara besar, tapi menjadi gaya hidup. Khatam Challenge adalah stimulan agar semangat mengaji terus berkobar di hati para jamaah Majelis Badrutamam," ujarnya.
Dalam khatam challenge ini, Al Mursyid Buya TGH.Muammar Arafat mengajak para santri dan jamaah untuk menghantam Alquran satu kali 24 jam. Sambil berjuang mengisi hari-hari terkahir bulan ramadan untuk mendapatkan berkah Lailatul Qadar," Para peserta Khatam Challenge juga diajak untuk mencari berkah Ramadhan yakni Lailatul Qadar,"jelasnya.
Selain ajakan khatam Alquran, Ponpes Darul Falah juga memfasilitasi ibadah salat tarawih berjamaah selama 10 malam terakhir Ramadan, mengajak masyarakat untuk memaksimalkan ibadah demi meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar, Majlis Badruttamam spesial hari terakhir ditutup dengan berbagi sembako dengan ratusan anak yatim.
Buya menambahkan, Sejalan dengan kegiatan spiritual tersebut, Majelis Badutamam turut menebar kebahagiaan melalui aksi sosial. Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Majelis Badruttamam menyalurkan bantuan berupa sembako untuk para orang tua, lansia dan jompo.
Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban serta memberikan para orang tua jompo dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Sinergi antara kegiatan ibadah dan bakti sosial ini membuktikan bahwa semangat Ramadan di Nusa Tenggara Barat tetap terjaga kuat, baik dalam hubungan kepada Sang Pencipta (Hablum Minallah) maupun hubungan antar sesama manusia (Hablum Minannas).
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Buya TGH. Muammar, suasana haru dan bahagia menyelimuti lokasi saat para orang tua jompo menerima bantuan. Majelis Badrutamam sendiri merupakan majelis rutin yang menjadi wadah pembinaan spiritual bagi masyarakat dan santri. Penutupan kali ini menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi untuk meningkatkan kualitas ibadah di ramadan mendatang.
Editor : Redaksi Lombok Post