LombokPost - Pemerintah Kota Mataram kembali melaksanakan tradisi Lebaran Ketupat dengan penuh khidmat dan suasana sukacita.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Idulfitri ini tidak hanya merefleksikan nilai religius, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan toleransi antarwarga di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga konsistensi tradisi sebagai bagian dari identitas budaya dan sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.
"Kita bersyukur, hari ini kembali bisa melaksanakan tradisi ini dengan suasana penuh sukacita. Ini adalah kegiatan yang terus kita jaga konsistensinya dari tahun ke tahun, meskipun ada sedikit penyesuaian.
Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki filosofi mendalam, termasuk makna ketupat sebagai simbol nilai-nilai kehidupan dan kebersamaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa pelestarian tradisi harus menjadi tanggung jawab bersama, khususnya dalam membina generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai positif di tengah perkembangan zaman.
"Kita harus terus mengingatkan generasi muda untuk merawat tradisi ini. Banyak hal berkembang di masyarakat, ada yang positif dan ada yang tidak. Tugas kita adalah memastikan nilai-nilai yang baik tetap bertahan dari waktu ke waktu," tambahnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Wali Kota juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah potensi perbedaan, baik dari sisi agama, politik, maupun pandangan sosial.
"Di tengah situasi global yang tidak menentu dan berbagai potensi perbedaan, bagaimana kita menjaga kesatuan? Ini menjadi pertanyaan penting bagi kita semua. Karena perbedaan itu pasti ada, bahkan dalam satu agama sekalipun. Namun, semuanya harus kita kelola dengan tanggung jawab untuk menjaga semangat toleransi," tegasnya.
la juga mengapresiasi peran aparat keamanan dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan di Kota Mataram.
Editor : Kimda Farida