Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Viral! Indonesia Turun Salju 2026, Ini Penjelasan BMKG

Alfian Yusni • Sabtu, 31 Mei 2025 | 14:38 WIB
Kabar Indonesia turun salju tahun 2026 viral di media sosial. (DOK. ISTIMEWA)
Kabar Indonesia turun salju tahun 2026 viral di media sosial. (DOK. ISTIMEWA)

LombokPost - Viral kabar mengejutkan menyebut bahwa Indonesia akan turun salju pada tahun 2026. Kabar ini ramai di media sosial disertai foto editan suasana bersalju di Monas hingga Gedung Sate.

Unggahan itu membuat banyak warganet bertanya-tanya: benarkah Indonesia turun salju 2026? Apakah negeri tropis ini akan benar-benar dilanda fenomena salju?

Sayangnya, viralnya informasi bahwa Indonesia akan turun salju tahun 2026 adalah hoaks yang tidak berdasar.

BMKG menegaskan bahwa Indonesia tidak akan turun salju 2026, karena iklim tropis kita secara ilmiah tidak memungkinkan fenomena itu terjadi.

BMKG Tegas: Tidak Ada Salju di Indonesia Tahun 2026

Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menegaskan, kabar soal Indonesia turun salju 2026 adalah informasi keliru yang tidak sesuai dengan kondisi geografis dan iklim tropis Indonesia.

“Itu informasi menyesatkan dan tidak berdasar ilmiah. Iklim tropis Indonesia tidak memungkinkan terbentuknya salju,” tegas Dwikorita.

BMKG menjelaskan, suhu udara di Indonesia umumnya berkisar 25–32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi. Kondisi ini tidak memadai untuk pembentukan kristal es yang diperlukan dalam proses salju.

Yang Justru Terjadi: Es Jayawijaya Terancam Mencair!

Baca Juga: Visa Haji Furoda 2025 Tak Diterbitkan, Jemaah Diminta Waspada Janji Manis Agen

Alih-alih bersalju, perhatian BMKG justru tertuju pada ancaman nyata: mencairnya es abadi di Puncak Jayawijaya.

 

Gunung tertinggi di Papua itu memiliki ketinggian lebih dari 4.800 meter di atas permukaan laut, satu-satunya wilayah di Indonesia yang menyimpan salju alami sejak ribuan tahun lalu.

“Yang lebih mungkin terjadi tahun 2026 adalah mencairnya seluruh es di Jayawijaya, bukan salju di Jakarta atau Bandung,” jelas Dwikorita.

BMKG menilai pemanasan global mempercepat mencairnya es di Jayawijaya. Bila ini terjadi, Indonesia akan kehilangan simbol salju terakhir yang ada di negeri tropis ini.

Embun Es Dieng, Bukan Salju

Beberapa wilayah seperti Dieng dan Bromo memang sesekali tampak putih seperti bersalju, terutama saat musim kemarau. Namun itu bukan salju, melainkan embun es (frost).

Embun es muncul saat suhu malam hari menyentuh titik beku, membuat permukaan tanah tampak memutih.

Berbeda dengan salju, frost tidak berasal dari presipitasi awan dan hanya terjadi di dataran tinggi saat suhu ekstrem.

Jangan Percaya Hoaks! Cek Fakta ke BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi viral, apalagi yang hanya bersumber dari media sosial tanpa dasar ilmiah.

Indonesia tidak akan mengalami fenomena turun salju tahun 2026. Yang harus kita waspadai adalah hilangnya salju abadi di Puncak Jayawijaya, bukan turunnya salju di Monas.

Jangan tertipu visual editan. Salju di Indonesia tahun 2026 adalah hoaks. Yang nyata adalah salju abadi Jayawijaya yang kian menipis. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Indonesia #salju #bmkg #dieng #jayawijaya