Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usia Ideal Menikah: Pria 25 dan Wanita 21 Tahun, Apakah Anda ‘Terlambat’?

Sanchia Vaneka • Rabu, 11 Juni 2025 | 14:58 WIB
IDEAL MENIKAH
IDEAL MENIKAH

 

Lombok Post – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menekankan pentingnya usia ideal dalam melangsungkan pernikahan.

Menurut pedoman yang dikeluarkan, usia ideal bagi pria untuk menikah adalah 25 tahun, sementara bagi wanita adalah 21 tahun.

Pernyataan ini, yang bersumber dari Media Indonesia, memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama mengenai kesiapan dan kematangan dalam membangun rumah tangga.


Mengapa Ada Batasan Usia Ideal?

Penentuan usia ideal dinikahkan oleh BKKBN bukanlah tanpa alasan.

Usia 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria dianggap sebagai periode di mana individu telah mencapai kematangan fisik, mental, emosional, dan finansial yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan dalam rumah tangga.

Dari sisi kesehatan reproduksi, usia tersebut meminimalkan risiko komplikasi kehamilan bagi wanita.

“Pada usia tersebut, organ reproduksi wanita sudah matang sempurna dan risiko komplikasi saat kehamilan dan persalinan jauh lebih rendah,” jelas seorang ahli ginekologi. 

Selain aspek kesehatan, kematangan psikologis juga menjadi pertimbangan utama.

Pernikahan bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang tanggung jawab, komitmen, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah bersama.

Pada usia yang lebih matang, individu cenderung lebih stabil secara emosional dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran dan tanggung jawab dalam perkawinan.

 Baca Juga: PMI Asal Lombok Barat yang Dibunuh Rekan Kerja Sudah Pesan Tiket Pulang untuk Menikah

Aspek Keuangan dan Pendidikan

Kesediaan finansial juga merupakan pilar penting dalam usia ideal menikah.

Di usia 25 tahun, pria umumnya telah memiliki kesempatan untuk meniti karir dan mencapai stabilitas finansial yang lebih baik, setidaknya untuk memulai sebuah keluarga.

Begitu pula dengan wanita di usia 21 tahun, diharapkan telah menyelesaikan pendidikan formal dan memiliki bekal keterampilan yang memadai.


“Pendidikan yang baik dan pekerjaan yang stabil fondasi menjadi penting dalam membangun keluarga yang sejahtera. Dengan usia yang lebih matang, diharapkan pasangan sudah memiliki rencana keuangan yang lebih terarah,” ujar seorang sosiolog keluarga.

Dampak Menikah di Usia Dini vs Usia Terlambat

Menikah di usia yang terlalu muda, terutama di bawah usia ideal yang ditetapkan, seringkali dikaitkan dengan berbagai risiko.

Di antaranya adalah tingginya angka perceraian, masalah kesehatan reproduksi, serta kesulitan ekonomi.

Banyak kasus pernikahan dini yang berakhir tragis karena pasangan belum memiliki kematangan yang cukup untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Fenomena berakhirnya pernikahan, atau 'telat' menikah, juga memiliki pertimbangan tersendiri.

Beberapa orang memilih fokus pada pendidikan atau karir terlebih dahulu, ada pula yang masih mencari pasangan yang tepat.

 Baca Juga: Viral! Gadis Dompu Menikah dengan Jenazah Kekasihnya demi Anak yang Dikandung

Tren dan Realitas di Lapangan

Meskipun BKKBN telah menetapkan usia ideal, kenyataan di lapangan menunjukkan variasi yang signifikan. Di beberapa daerah, pernikahan di usia muda masih menjadi praktik yang umum, dipengaruhi oleh faktor budaya, tradisi, dan kondisi sosial ekonomi.

Namun, di perkotaan, tren pernikahan hingga usia yang lebih matang semakin populer, seiring dengan peningkatan pendidikan dan kesempatan karir bagi wanita.

Pemerintah melalui BKKBN terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga dan usia ideal menikah melalui berbagai program dan kampanye.

Harapannya, dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat mengambil keputusan yang bijak demi keberlangsungan keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Membangun Keluarga Berkualitas Dimulai dari Kesiapan Diri

Pada akhirnya, usia pernikahan ideal bukanlah patokan mutlak yang harus diikuti secara kaku. Namun, angka yang ditetapkan BKKBN menjadi pedoman penting yang patut dipertimbangkan.

Kesiapan diri, baik secara fisik, mental, emosional, maupun finansial, adalah kunci utama dalam membangun rumah tangga yang berkualitas dan berkelanjutan.

Mempersiapkan diri dengan matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan akan menjadi investasi terbaik untuk masa depan keluarga.

Editor : Kimda Farida
#USIA MENIKAH #Menikah #NIKAH MUDA #BKKBN