Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Presiden Prabowo Minta Danantara Setor Rp 808 Triliun untuk APBN

Akbar Sirinawa • Rabu, 20 Agustus 2025 | 08:41 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani. (FOTO: JAWAPOS)
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani. (FOTO: JAWAPOS)

LombokPost-Presiden Prabowo Subianto menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa defisit bisa terwujud pada 2027 atau 2028.

Untuk mewujudkan itu, Prabowo meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyumbang pemasukan senilai Rp 808 triliun ke negara.

Permintaan Presiden Prabowo itu langsung direspons Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Ia menegaskan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan arahan Presiden, dengan mengoptimalkan investasi, aset, dan ekuitas yang dimiliki.

“Kita kan, apapun itu, kita akan coba melakukan semaksimal mungkin. Dengan investasi yang ada, dengan aset yang ada, dan juga dengan equity kita yang ada. Itu kan menjadi parameter-parameter yang kita gunakan untuk performance kita ke depannya,” kata Rosan, seperti dikutip dari JawaPos.com.

Rosan juga memastikan setiap langkah Danantara akan mengacu pada standar global, dengan menjadikan Sovereign Wealth Fund (SWF) negara lain sebagai pembanding (benchmark).

“Kita harus selalu siap untuk melaksanakan program-program dari Danantara yang sudah ada,” ucap Rosan.

Sebelumnya, dalam Pidato Nota Keuangan di DPR, Jumat (15/8), Presiden Prabowo menyebutkan aset BUMN Indonesia mencapai lebih dari USD 1.000 miliar. Dengan return on asset (ROA) yang baik, seharusnya BUMN bisa menyumbang minimal USD 50 miliar atau sekitar Rp808 triliun ke negara.

“Saudara-saudara sekalian, aset yang dimiliki bangsa Indonesia, yang berada di BUMN-BUMN kita, asetnya adalah senilai lebih dari USD 1.000 miliar. Harusnya BUMN itu menyumbang kepada kita minimal USD 50 miliar. Kalau USD 50 miliar (disumbang Danantara ke Negara), APBN kita tidak defisit,” kata Prabowo.

Selain target pemasukan dari Danantara, Prabowo juga memberi instruksi agar lembaga ini membenahi BUMN.

Salah satunya dengan memangkas jumlah komisaris yang dinilai terlalu banyak. Menurut Prabowo, idealnya komisaris BUMN tidak lebih dari lima orang.

Baca Juga: BMKG: Cuaca Pelabuhan di NTB 20-21 Agustus 2025, Waspada Gelombang di Kayangan

“Saya memberi tugas kepada Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk membereskan BUMN-BUMN kita. Tadinya pengelolaannya secara tidak masuk akal, perusahaan rugi komisarisnya banyak banget, saya potong setengah komisarisnya paling banyak 6 orang, kalau bisa cukup 4 atau 5,” tegas Prabowo.

Dengan target ambisius ini, Prabowo Subianto berharap Danantara bisa menjadi motor penting dalam meningkatkan pemasukan negara dan mengurangi ketergantungan pada utang.

Sementara itu, Rosan Perkasa Roeslani menegaskan komitmennya agar Danantara bisa menjawab kepercayaan besar dari Presiden.

Editor : Akbar Sirinawa
#Presiden Prabowo #Rosan Perkasa Roeslani #Danantara #BUMN