Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Setahun Prabowo-Gibran: Indonesia Catat Rekor Stok Beras dan Hemat Devisa Rp 271 Triliun

Marthadi • Rabu, 15 Oktober 2025 | 11:12 WIB

Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.
LombokPost - Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka mencatat sederet capaian strategis. Dari rekor stok beras nasional hingga penghematan devisa energi ratusan triliun, arah menuju kemandirian Indonesia kian nyata.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menutup tahun pertama dengan capaian konkret di sektor pangan, energi, dan sumber daya manusia (SDM). Langkah-langkah strategis ini memperkuat fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kebijakan pangan nasional menunjukkan hasil signifikan.

“Stok beras nasional kini mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan menandai berakhirnya impor beras medium,” ujarnya di Jakarta.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Capaian stok beras tertinggi sepanjang sejarah adalah hasil nyata kerja bersama seluruh pihak dan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menjaga ketahanan pangan nasional berkelanjutan,” kata Amran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras nasional tahun ini mencapai 33,1 juta ton dan diperkirakan menembus 34 juta ton hingga akhir tahun.

Di sektor energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan dua capaian besar dalam satu tahun terakhir.

“Dari lifting minyak yang sebelumnya 580.000 barrel, kini naik menjadi 605.000 barrel. Sementara porsi energi baru terbarukan dalam bauran listrik nasional meningkat dari 11 persen menjadi 15,5 persen,” jelasnya.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menambahkan, kebijakan mandatori biodiesel turut memberi dampak ekonomi besar.

“Pada 2024–2025, Indonesia berhasil menghemat devisa sebesar USD17,19 miliar atau setara Rp271,78 triliun,” ujarnya.

Di bidang SDM, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyebut sebanyak 100 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi sejak 14 Juli 2025, dan kini bertambah menjadi 165 titik di berbagai daerah.

“Perintah Pak Presiden jelas, setiap pemda wajib memiliki minimal satu Sekolah Rakyat,” katanya.

Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum awal menuju Indonesia yang berdaulat dalam pangan, energi, dan pendidikan rakyat. Dari sawah hingga sekolah, kerja nyata pemerintah mulai dirasakan masyarakat. (*)

Editor : Marthadi
#Indonesia Emas 2045 #Sekolah Rakyat #swasembada energi #prabowo gibran #Stok Beras