LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis serangkaian informasi mendalam mengenai potensi bahaya gempa besar dan tsunami dari zona Megathrust di perairan Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama yang berada di wilayah yang memiliki riwayat gempa lama, karena energi tektonik terus menumpuk.
Melalui laman facebook BMKG centang biru menjelaskan bagaimana megathrust yang berpotensi di Indonesia.
Mengenal Megathrust dan Ancaman "Seismic Gap"
Megathrust adalah zona pertemuan dua lempeng tektonik di mana salah satunya menukik ke bawah.
Proses ini menimbulkan penumpukan energi yang, jika dilepaskan, dapat memicu gempa bumi besar berkekuatan tinggi (Magnitudo 8 ke atas) hingga tsunami.
BMKG menyoroti perlunya kewaspadaan, khususnya pada dua segmen kritis di zona subduksi Selat Sunda dan Sumatra:
Segmen Megathrust Selat Sunda: Terakhir kali melepaskan gempa besar adalah pada tahun 1757.
Segmen Mentawai-Siberut: Belum aktif melepaskan energi sejak gempa tahun 1797.
Kondisi ini dikenal sebagai 'Seismic Gap', yaitu wilayah yang secara geologis menyimpan potensi besar karena sudah lama tidak melepaskan energi.
Dengan kata lain, potensi bahaya ini adalah nyata dan hanya menunggu waktu.
Peta Potensi: Ancaman Magnitudo Besar di Berbagai Wilayah
Berdasarkan data geologi, potensi magnitudo gempa Megathrust yang mengancam Indonesia bervariasi dari 7.7 hingga 9.2. Beberapa potensi terbesar di antaranya ada di wilayah ini.
Megathrust Aceh-Andaman: Magnitudo 9.2
Megathrust Enggano: Magnitudo 8.4
Megathrust Mentawai-Siberut: Magnitudo 8.9
Megathrust East Java: Magnitudo 8.7
Bukan Prediksi, Tapi Pernyataan Ilmiah untuk Kesiapsiagaan
BMKG menegaskan bahwa hingga kini, tidak ada teknologi yang bisa memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara pasti.
Istilah bahwa gempa "tinggal menunggu waktu" bukanlah ramalan, melainkan pernyataan ilmiah berdasarkan data sejarah dan geologi bahwa suatu zona menyimpan potensi energi besar yang sewaktu-waktu bisa dilepaskan.
Pernyataan ilmiah ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mendorong kesiapsiagaan.
5 Langkah Kesiapsiagaan Demi Keselamatan Bersama
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil tindakan preventif. Kesiapsiagaan hari ini adalah kunci keselamatan di masa depan.
Kenali Potensi Gempa: Pahami risiko gempa di lingkungan sekitar Anda.
Pahami Langkah-Langkah Mitigasi: Pelajari prosedur yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah terjadi gempa.
Pelajari Jalur Evakuasi: Kenali jalur dan rambu evakuasi, titik kumpul, serta dokumen rencana operasi kedaruratan di lingkungan Anda.
Bangun Rumah Tahan Gempa: Pastikan struktur rumah sesuai standar tahan gempa.
Ikuti Informasi Resmi BMKG: Selalu merujuk pada informasi dan peringatan dini dari kanal resmi BMKG untuk menghindari berita bohong (hoax).
Editor : Pujo Nugroho