Si Juhan bukan sekadar maskot. Ia adalah simbol kuat dari semangat pers Indonesia yang sehat, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik, sejalan dengan tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”
HPN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Februari 2026, dengan Kota Serang sebagai pusat kegiatan. Penunjukan Banten sebagai tuan rumah menjadi penegasan peran daerah dalam memperkuat pers nasional di tengah tantangan era digital.
Terinspirasi Badak Jawa dan Kearifan Baduy
Maskot Si Juhan terinspirasi dari Badak Jawa, satwa endemik Banten yang dikenal tangguh dan konsisten, serta nilai luhur masyarakat Baduy yang menjunjung kejujuran dan kesederhanaan.
Karakter ini merepresentasikan pers yang:
- Sehat secara moral
- Profesional dalam kerja jurnalistik
- Jujur dan berimbang
- Berpihak pada kepentingan publik
Pers yang sehat, menjadi fondasi bangsa yang kuat. Dari informasi yang benar, lahir kepercayaan. Dari kepercayaan, tumbuh kemandirian dan daya saing nasional.
Filosofi Detail Maskot “Si Juhan”
Mengutip Portal Resmi Provinsi Banten, setiap elemen visual Si Juhan memiliki makna mendalam:
- Ikat kepala (lomar): integritas moral, penghormatan pada tradisi dan leluhur
- Tangan melambai: simbol ramah, inklusif, dan menyambut insan pers dari seluruh Indonesia
- Ekspresi ceria dan mata ekspresif: pers yang terbuka, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat
- Pena dan buku catatan: komitmen mencatat fakta dan suara publik
- Pangsi hitam: kesederhanaan, kejujuran, dan kerendahan hati
- Tas koja: ruang penghimpun aspirasi publik dan keberlanjutan
- Kartu pers: identitas, otoritas, dan profesionalisme wartawan
Momentum Strategis Pers Indonesia
Peringatan HPN setiap 9 Februari—bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PWI (9 Februari 1946)—diharapkan menjadi momentum strategis bagi insan pers untuk terus menjaga demokrasi, memperkuat ekonomi nasional, dan melayani publik dengan informasi yang akurat dan berintegritas.
Editor : Marthadi