Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Film Narik Sukmo, Tarian Kuno Mengundang Maut, Kisah Kutukan dan Dendam Masa Lalu

Geumerie Ayu • Sabtu, 5 Juli 2025 | 20:40 WIB
Film narik sukmo, tarian kuno mengundang maut, kisah kutukan dan dendam masa lalu
Film narik sukmo, tarian kuno mengundang maut, kisah kutukan dan dendam masa lalu

 

LombokPostPerfilman Indonesia kembali menghadirkan karya horor budaya yang menggugah berjudul Narik Sukmo, sebuah film yang mengangkat tarian tradisional Jawa menjadi gerbang misteri kelam dan kutukan mematikan.

Tayang perdana pada 3 Juli 2025, film Narik Sukmo ini langsung menyita perhatian penonton dengan atmosfer mencekam dan sinematografi budaya yang kuat.

Disutradarai oleh Indra Gunawan, film Narik Sukmo mengisahkan perjalanan Kenara Cahyaningrum (diperankan Febby Rastanty), seorang mahasiswi tari yang sedang mengalami patah hati.

Baca Juga: Film Jalan Pulang, Kisah Perjalanan Penuh Teror, Menguak Rahasia dan Karma Masa Lalu

Bersama sahabatnya, Ayu (diperankan Dea Annisa), Kenara pergi ke Desa Kelawangin, sebuah desa terpencil di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun, alih-alih menemukan ketenangan, Kenara justru terjebak dalam pusaran teror yang berkaitan dengan tarian kuno bernama Narik Sukmo.

Tanpa disadari, Kenara mulai kerasukan semangat mistis yang membuat tubuhnya menari tanpa kendali.

Tarian Narik Sukmo bukan sekadar gerakan estetis, melainkan ritual kuno yang membuka pintu dunia arwah.

Satu per satu warga desa mulai mengalami kematian misterius, dan Kenara bersama pemuda lokal misterius bernama Dierja (diperankan Aliando Syarief) harus mengungkap rahasia kelam yang telah lama dikubur.

Photo
Photo

Investigasi mereka membuka tabir tragedi 20 tahun silam tentang pasangan kekasih Banyu Janggala dan Ratimayu, yang menjadi korban fitnah dan amarah masyarakat desa.

Baca Juga: Film Parasite Dinobatkan sebagai Film Terbaik Abad ke-21 oleh The New York Times, Mengalahkan Ratusan Karya Sinema lainnya

Kutukan dari masa lalu itu kini hidup kembali melalui tarian “Narik Sukmo”, menuntut balas kepada siapa saja yang berani membangunkannya.

Film Narik Sukmo ini tidak hanya menyuguhkan adegan-adegan menyeramkan dengan nuansa hutan dan suara gamelan yang menghantui.

Lebih dari itu, Narik Sukmo menyelipkan kritik sosial tentang bahaya hoaks dan fitnah yang mampu memecah belah masyarakat.

Visual tarian yang koreografinya digarap maestro Elly Luthan memberikan kekuatan artistik tersendiri, menjadikan film ini lebih dari sekadar horor biasa.

Sejak penayangan hari pertama, Narik Sukmo mendapat sambutan positif dari penonton maupun kritikus film.

Akting emosional Febby Rastanty dan chemistry hangat antara tokoh utama membuat kisah ini terasa hidup.

Walaupun alur cerita bagi sebagian penonton horor mungkin terasa sedikit bisa ditebak, namun kekuatan atmosfer dan pesan moralnya tetap berhasil membuat film ini berkesan.

Photo
Photo

Film ini menambah daftar karya horor Indonesia yang mengangkat budaya lokal dengan cara yang relevan dan segar, menyusul kesuksesan film-film serupa yang menggabungkan unsur mistis dengan nilai-nilai tradisional.

Baca Juga: 5 Film Indonesia dari Kisah Nyata Paling Ikonik Hingga saat Ini, Kisahnya Menginspirasi

Dengan nuansa Jawa yang kental, Narik Sukmo menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menegangkan tetapi juga kaya makna.

Film ini membuktikan bahwa kisah-kisah lokal masih menyimpan kekuatan besar untuk menggugah, menakutkan, sekaligus menyentuh hati. (Geumie/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#jawa #masa lalu #dendam #Maut #tarian #kutukan #Narik Sukmo #feby rastanty