Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tadinya Mpok Alpa Yakin Bisa Sembuh dari Kanker, Tapi Takdir Berkata Lain

Rosmayanthi • Senin, 18 Agustus 2025 | 17:26 WIB

Mpok Alpa selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia akan sehat kembali, namun takdir berkata lain.
Mpok Alpa selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia akan sehat kembali, namun takdir berkata lain.
LombokPost - Kabar duka datang dari komedian Nina Carolina atau akrab disapa Mpok Alpa.

Mpok Alpa meninggal dunia akibat penyakit kanker payudara yang dideritanya pada Jumat (15/8) hari ini di usia 38 tahun. Almarhumah meninggalkan seorang suami dan empat orang anak. 

Tika, asisten pribadi Mpok Alpa, menceritakan bagaimana Mpok Alpa berjuang menghadapi penyakit yang ia derita selama ini.

Mpok Alpa divonis mengidap kanker payudara saat usia kehamilannya menginjak empat bulan.

Dalam menjalani hari-hari, Mpok Alpa selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia akan sehat kembali.

Menurut Tika, Mpok Alpa memiliki prinsip yang terbilang unik. Misalnya, dia justru merasa sakit kalau libur syuting, sehingga ia selalu memilih untuk bekerja.

Tika mengungkapkan, Mpok Alpa sangat gigih berjuang untuk sembuh. Bahkan dia sampai berangkat ke Malaysia demi menyembuhkan penyakit kankernya.

Awalnya, Mpok Alpa melakukan prosedur pengobatan di sebuah rumah sakit di daerah Penang Malaysia. Setelah merasa tidak ada kemajuan di Penang, ia pindah ke rumah sakit di Malaka.

"Di sana, mulai menunjukkan perkembangan baik. Tumornya melunak, dan rambutnya yang sempat rontok akibat kemoterapi sebelumnya, mulai tumbuh kembali," ungkap Tika.

Bahkan dokter pun sudah menjadwalkan untuk operasi. Namun hal itu tidak dapat dilakukan karena Mpok Alpa mengalami batuk yang tak kunjung sembuh.

"Harusnya kemarin tanggal 2 Juli, beliau sudah terbang tuh ke Malaka, tapi ternyata sampai di Malaysia, disuruh pulang," cerita Tika.

Mpok Alpa bahkan sudah menginap di RS tapi disuruh pulang. Penyebabnya karena batuk yang tak kunjung henti itu, jadi dokter belum berani operasi. 

"Kata dokter, disembuhin dulu batuknya, nanti kalau batuknya udah sembuh, kamu balik lagi ke sini," ucap Tika meniru dokter di RS Malaka saat itu.

Setelah kembali ke Jakarta, kondisi Mpok Alpa justru makin drop. Batuknya semakin parah, dan ia tidak bisa tidur rebahan, sehingga terpaksa harus duduk.

"Batuknya terus-terusan enggak mau berhenti, dahaknya keluar, ternyata ada sedikit bercak darah," ungkap Tika saat menemukan bercak darah pada saat Mpok Alpa batuk.

Hingga akhirnya Mpok Alpa tak mampu lagi bertahan, dan menghembuskan nafas terakhirnya di RS Dharmais Jakarta.

Editor : Siti Aeny Maryam
#mpok alpa #sembuh #kanker #sakit #Malaysia